Jika anda memperhatikan layout blog saya ini, maka anda akan melihat suatu penghitung angka di sebelah kanan tulisan ini yang saat saya tulis artikel ini berada pada angka 08949, artinya sudah ada delapan ribu sembilan ratus empat puluh sembilan pengunjung unik yang mengunjungi blog ini atau seperti screenshot di bawah ini
Senin, Mei 16, 2011
Senin, Mei 09, 2011
Run to Work - R2W
"Apa? Lo lari dari rumah? Oh rumah lu dekat kantor ya?"
Itulah sekelumit tanggapan teman-teman kantor mengenai kegiatan Run to Work (R2W) saya beberapa minggu terakhir ini.
"Gak, rumah gue di Kebon Jeruk kok (kantor gue di daerah Cilandak)", jawab gue kalo mendapat tanggapan seperti itu.
"Ha? Jauh banget!! berangkat jam brapa lo dari rumah?"
"Setengah enam paling pagi. Rata-rata sampe kantor antara jam tujuh kurang seperempat sampe jam tujuh."
Itulah sekelumit tanggapan teman-teman kantor mengenai kegiatan Run to Work (R2W) saya beberapa minggu terakhir ini.
"Gak, rumah gue di Kebon Jeruk kok (kantor gue di daerah Cilandak)", jawab gue kalo mendapat tanggapan seperti itu.
"Ha? Jauh banget!! berangkat jam brapa lo dari rumah?"
"Setengah enam paling pagi. Rata-rata sampe kantor antara jam tujuh kurang seperempat sampe jam tujuh."
Label:
Bekerja
Selasa, April 26, 2011
Perbandingan Biaya Memiliki Mobil dengan Menggunakan Taksi
Melihat judul tulisan ini mungkin anda berpikir bahwa saya kurang kerjaan. Bisa saja anda benar, tapi saya hanya ingin mengingatkan kepada anda bahwa memiliki mobil kadang bukan merupakan keputusan terbaik jika dilihat dari segi ekonomi.
Saya yakin anda berkomentar, "Saya selama ini menyetir mobil sendiri lebih murah kok daripada naik angkot, apalagi kalo dibandingkan dengan naik taksi, pastilah punya mobil sendiri lebih murah." Iya, mungkin memang lebih murah, tapi harus dibuktikan dulu donk, kan kita berbicara berdasarkan fakta dan bukan berdasarkan perasaan.
Saya yakin anda berkomentar, "Saya selama ini menyetir mobil sendiri lebih murah kok daripada naik angkot, apalagi kalo dibandingkan dengan naik taksi, pastilah punya mobil sendiri lebih murah." Iya, mungkin memang lebih murah, tapi harus dibuktikan dulu donk, kan kita berbicara berdasarkan fakta dan bukan berdasarkan perasaan.
Label:
Bekerja
Rabu, April 20, 2011
Rumitnya Kebijakan Pembatasan Penggunaan Premium (Part 2)
Opsi kedua adalah pengaturan pengguna diimbangi dengan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Maksudnya, subsidi BBM hanya diberikan bagi pengguna kendaraan plat kuning, roda dua/tiga, dan kendaraan layanan umum dengan harga premium Rp 4.500 per liter. Sementara untuk taksi dan kendaraan pribadi bisa mengonsumsi premium dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 6.500 per liter.
Opsi ini menghilangkan produk yang bernama RFID. Opsi ini saya rasa lebih aneh lagi dan lebih susah kontrolnya. Bagaimana ceritanya jika kita datang ke SPBU dengan mobil pribadi dan ada dispenser premium yang harganya Rp 4500 per liter lalu kita diharuskan memilih dispenser premium - produk yang sama - dengan harga lebih mahal yaitu Rp 6500 per liter?
Opsi ini menghilangkan produk yang bernama RFID. Opsi ini saya rasa lebih aneh lagi dan lebih susah kontrolnya. Bagaimana ceritanya jika kita datang ke SPBU dengan mobil pribadi dan ada dispenser premium yang harganya Rp 4500 per liter lalu kita diharuskan memilih dispenser premium - produk yang sama - dengan harga lebih mahal yaitu Rp 6500 per liter?
Label:
Bekerja
Sabtu, April 16, 2011
Rumitnya Kebijakan Pembatasan Penggunaan Premium (Part 1)
Melihat artikel ini beberapa menit yang lalu, saya mengambil kesimpulan bahwa pemerintah kita begitu kesulitan merumuskan kebijakan pembatasan penggunaan premium di tanah air. Semua opsi yang diajukan tidak ada cerminan bahwa pemerintah benar-benar memikirkan opsi tersebut untuk kepentingan rakyatnya tapi hanya untuk menjawab pertanyaan di benak aparat pemerintah sesuai arahan pimpinan tertinggi : Bagaimana caranya supaya subsidi BBM tidak membengkak?
Label:
Bekerja
Langganan:
Postingan (Atom)