Mulai 12 Juni 2011, blog pribadi saya di plibaknikmatstrelak.blogspot.com tidak akan diupdate lagi. Selanjutnya update mengenai blog saya pindahkan ke plibaknikmatstrelak.com.
Website blogger tidak saya matikan karena berisi tulisan saya sejak tahun 2007 hingga 2011. Saya juga tidak akan memindahkan tulisan dari blogger ke website baru saya.
Jadi untuk kunjungan berikutnya, silakan kunjungi plibaknikmatstrelak.com. Jika ada pertanyaan silakan ke admin@plibaknikmatstrelak.com
Terima kasih
Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan
Minggu, Juni 12, 2011
Minggu, Mei 29, 2011
Menyoal Pelarangan Truk Masuk Tol Dalam Kota
Menjelang KTT ASEAN 7-8 Mei 2011 lalu, dilakukan pengalihan lalu lintas dari Jl. Thamrin-Sudirman ke daerah senayan tempat KTT berlangsung. Di samping itu juga ada pelarangan truk besar masuk tol dalam kota selama dua hari tersebut.
Karena dianggap sukses mengurangi kemacetan, Pemda DKI memperpanjang uji coba pelarangan truk besar masuk tol dalam kota selama satu bulan penuh, atau berakhir pada tanggal 10 Juni 2011 nanti. Pelarangan ini berjalan lebih dari dua minggu dengan protes dari Organda DKI dari awal perpanjangan uji coba, dan akhirnya pemerintah mengalah dan memperbolehkan truk masuk ke tol dalam kota pada tanggal 27 Mei 2011. Namun, setelah melewati rapat yang alot (menurut media), akhirnya uji coba hingga 10 Juni 2011 dilanjutkan, dan mulai 28 Mei 2011 truk dilarang kembali masuk tol dalam kota, walaupun saat ini hanya terbatas pada ruas Cawang-Pluit.
Karena dianggap sukses mengurangi kemacetan, Pemda DKI memperpanjang uji coba pelarangan truk besar masuk tol dalam kota selama satu bulan penuh, atau berakhir pada tanggal 10 Juni 2011 nanti. Pelarangan ini berjalan lebih dari dua minggu dengan protes dari Organda DKI dari awal perpanjangan uji coba, dan akhirnya pemerintah mengalah dan memperbolehkan truk masuk ke tol dalam kota pada tanggal 27 Mei 2011. Namun, setelah melewati rapat yang alot (menurut media), akhirnya uji coba hingga 10 Juni 2011 dilanjutkan, dan mulai 28 Mei 2011 truk dilarang kembali masuk tol dalam kota, walaupun saat ini hanya terbatas pada ruas Cawang-Pluit.
Label:
Bekerja
Senin, Mei 23, 2011
Produktifnya Tidur di Shuttle
Bagi warga Jakarta pastinya tidak asing dengan kemacetan di Ibukota tercinta ini. Memang kemacetan seringkali membuat stress, tapi rupanya di saat kemacetan itulah kesempatan kita untuk beristirahat.
Loh kok bisa istirahat saat macet?
Ya bisa donk, syaratnya jangan anda yang jadi supirnya!! Hehehe.
Artinya kita harus punya supir yang akan menyetirkan kendaraan yang akan membawa kita pulang. Pilihannya adalah pekerjakan supir, naik angkutan umum atau pakai shuttle. Dan pilihan terakhirlah yang saya pilih dalam dua tahun terakhir ini.
Loh kok bisa istirahat saat macet?
Ya bisa donk, syaratnya jangan anda yang jadi supirnya!! Hehehe.
Artinya kita harus punya supir yang akan menyetirkan kendaraan yang akan membawa kita pulang. Pilihannya adalah pekerjakan supir, naik angkutan umum atau pakai shuttle. Dan pilihan terakhirlah yang saya pilih dalam dua tahun terakhir ini.
Label:
Bekerja
Senin, Mei 09, 2011
Run to Work - R2W
"Apa? Lo lari dari rumah? Oh rumah lu dekat kantor ya?"
Itulah sekelumit tanggapan teman-teman kantor mengenai kegiatan Run to Work (R2W) saya beberapa minggu terakhir ini.
"Gak, rumah gue di Kebon Jeruk kok (kantor gue di daerah Cilandak)", jawab gue kalo mendapat tanggapan seperti itu.
"Ha? Jauh banget!! berangkat jam brapa lo dari rumah?"
"Setengah enam paling pagi. Rata-rata sampe kantor antara jam tujuh kurang seperempat sampe jam tujuh."
Itulah sekelumit tanggapan teman-teman kantor mengenai kegiatan Run to Work (R2W) saya beberapa minggu terakhir ini.
"Gak, rumah gue di Kebon Jeruk kok (kantor gue di daerah Cilandak)", jawab gue kalo mendapat tanggapan seperti itu.
"Ha? Jauh banget!! berangkat jam brapa lo dari rumah?"
"Setengah enam paling pagi. Rata-rata sampe kantor antara jam tujuh kurang seperempat sampe jam tujuh."
Label:
Bekerja
Selasa, April 26, 2011
Perbandingan Biaya Memiliki Mobil dengan Menggunakan Taksi
Melihat judul tulisan ini mungkin anda berpikir bahwa saya kurang kerjaan. Bisa saja anda benar, tapi saya hanya ingin mengingatkan kepada anda bahwa memiliki mobil kadang bukan merupakan keputusan terbaik jika dilihat dari segi ekonomi.
Saya yakin anda berkomentar, "Saya selama ini menyetir mobil sendiri lebih murah kok daripada naik angkot, apalagi kalo dibandingkan dengan naik taksi, pastilah punya mobil sendiri lebih murah." Iya, mungkin memang lebih murah, tapi harus dibuktikan dulu donk, kan kita berbicara berdasarkan fakta dan bukan berdasarkan perasaan.
Saya yakin anda berkomentar, "Saya selama ini menyetir mobil sendiri lebih murah kok daripada naik angkot, apalagi kalo dibandingkan dengan naik taksi, pastilah punya mobil sendiri lebih murah." Iya, mungkin memang lebih murah, tapi harus dibuktikan dulu donk, kan kita berbicara berdasarkan fakta dan bukan berdasarkan perasaan.
Label:
Bekerja
Rabu, April 20, 2011
Rumitnya Kebijakan Pembatasan Penggunaan Premium (Part 2)
Opsi kedua adalah pengaturan pengguna diimbangi dengan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Maksudnya, subsidi BBM hanya diberikan bagi pengguna kendaraan plat kuning, roda dua/tiga, dan kendaraan layanan umum dengan harga premium Rp 4.500 per liter. Sementara untuk taksi dan kendaraan pribadi bisa mengonsumsi premium dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 6.500 per liter.
Opsi ini menghilangkan produk yang bernama RFID. Opsi ini saya rasa lebih aneh lagi dan lebih susah kontrolnya. Bagaimana ceritanya jika kita datang ke SPBU dengan mobil pribadi dan ada dispenser premium yang harganya Rp 4500 per liter lalu kita diharuskan memilih dispenser premium - produk yang sama - dengan harga lebih mahal yaitu Rp 6500 per liter?
Opsi ini menghilangkan produk yang bernama RFID. Opsi ini saya rasa lebih aneh lagi dan lebih susah kontrolnya. Bagaimana ceritanya jika kita datang ke SPBU dengan mobil pribadi dan ada dispenser premium yang harganya Rp 4500 per liter lalu kita diharuskan memilih dispenser premium - produk yang sama - dengan harga lebih mahal yaitu Rp 6500 per liter?
Label:
Bekerja
Sabtu, April 16, 2011
Rumitnya Kebijakan Pembatasan Penggunaan Premium (Part 1)
Melihat artikel ini beberapa menit yang lalu, saya mengambil kesimpulan bahwa pemerintah kita begitu kesulitan merumuskan kebijakan pembatasan penggunaan premium di tanah air. Semua opsi yang diajukan tidak ada cerminan bahwa pemerintah benar-benar memikirkan opsi tersebut untuk kepentingan rakyatnya tapi hanya untuk menjawab pertanyaan di benak aparat pemerintah sesuai arahan pimpinan tertinggi : Bagaimana caranya supaya subsidi BBM tidak membengkak?
Label:
Bekerja
Selasa, Mei 04, 2010
Hasil Lab Frisian Flag
Mungkin masih ingat entri saya sebelumnya tentang susu kemasan yang saya komplain ke produsennya dan saya mendapatkan hadiah lima buah susu kemasan dengan tipe yang sama. Jika sudah lupa, ini linknya http://plibaknikmatstrelak.blogspot.com/2010/04/komplain-berbuah-hadiah.html. Nah, beberapa hari yang lalu, datang surat jawaban dari pihak Frisian Flag mengenai komplain saya tersebut.
Inti dari surat tersebut adalah, pihak Frisian Flag akhirnya melakukan pemeriksaan produk kemasan dengan kode produksi yang sama dan menarik kesimpulan bahwa tidak ada kesalahan dalam proses produksi tersebut. Kesalahan yang ada di kemasan yang saya alami kemungkinan karena proses pendistribusian.
Saya tidak akan memberikan komentar mengenai isi dari jawaban tersebut. Saya hanya akan memberikan apresiasi kepada Frisian Flag yang telah demikian peduli kepada kepentingan konsumennya. Terima kasih Frisian Flag. Semoga perusahaan lain mengikuti jejaknya dalam memperhatikan keluhan pelanggannya.
Inti dari surat tersebut adalah, pihak Frisian Flag akhirnya melakukan pemeriksaan produk kemasan dengan kode produksi yang sama dan menarik kesimpulan bahwa tidak ada kesalahan dalam proses produksi tersebut. Kesalahan yang ada di kemasan yang saya alami kemungkinan karena proses pendistribusian.
Saya tidak akan memberikan komentar mengenai isi dari jawaban tersebut. Saya hanya akan memberikan apresiasi kepada Frisian Flag yang telah demikian peduli kepada kepentingan konsumennya. Terima kasih Frisian Flag. Semoga perusahaan lain mengikuti jejaknya dalam memperhatikan keluhan pelanggannya.
Label:
Bekerja
Senin, April 19, 2010
Jalur Busway Memang Menggiurkan
Anda tinggal di Jakarta? Jika iya, maka saya yakin anda pernah menggunakan jalur busway. Tidak peduli apakah anda pernah naik busway atau tidak.
Jalur busway hampir selalu berada di jalur paling kanan. Jalur busway pun biasanya memiliki pembatas, baik hanya berupa jalur yang dicat di jalan maupun pembatas tegas berupa separator jalan. Jalur busway ini diperuntukan untuk moda transportasi berupa bus yang dikenal orang Jakarta sebagai busway. Dengan kata lain, jalur busway adalah jalur ekslusif yang diperuntukan bagi kendaraan busway.
Kenyataannya, jalur busway dipakai pula oleh umum. Mulai dari pejalan kaki, sepeda, sepeda motor, bajaj, bemo, mobil pribadi, mobil angkutan umum dan truck. Bahkan mobil rombongan wakil presiden pun pernah menggunakan jalur ini.
Jika memang semua orang bisa memakainya, lalu buat apa diberi pembatas?
Ini tentu jadi pertanyaan yang bagus. Kenapa ya ada pembatas kalau semua orang bisa menggunakannya? Jawaban yang paling mendekati benar kemungkinan adalah, jalur busway ini tadinya digunakan untuk mengatasi kemacetan di jalan-jalan Jakarta dengan memindahkan moda transportasi masyarakat Jakarta dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum yang manusiawi dan cepat. Oleh karena itu dibuat jalur eksklusif yang difasilitasi oleh pemerintah daerah DKI Jakarta untuk melancarkan programnya. Keinginan dari pemerintah daerah adalah dengan memiliki jalur khusus maka berkendara dengan busway menjadi lebih efisien karena tidak terjebak di kemacetan Jakarta yang terjadi setiap hari. Dengan mengeksklusifkan diri sebagai jalur busway, maka kendaraan lain dilarang melewati jalur ini apapun alasannya.
Kenyataannya, tidak ada sanksi hukum kepada para pelanggar jalur busway. Rasanya dari delapan koridor busway tidak ada satu koridor pun yang steril dari pengguna lain. Koridor satu mungkin paling baik dalam hal sterilisasi, tapi di seperempat perjalanan terakhir jalur eksklusif tersebut banyak dilanggar.
Apa sih yang membuat pengguna jalan sangat menginginkan jalur busway? Yang pertama berada di pikiran orang adalah lebih cepat sampai. Inilah yang selalu menjadi pikiran pengguna jalan di Jakarta. Serobot, ugal-ugalan, melanggar lampu merah memiliki alasan yang ujung-ujungnya sama, yaitu ingin cepat sampai. Jalur busway pun dianggap sebagai jalur yang memuluskan tujuan tersebut.
Jika memang pengguna jalan menganggap jalur busway sebagai jalur untuk bisa sampai lebih cepat, lalu kenapa tidak semua orang berpindah ke busway?
Inilah lucunya. Jalur busway jika steril, akan membuat transportasi busway menjadi sangat menggiurkan dan orang akan berpikir panjang untuk menggunakan kendaraan pribadi. Tapi kenyataannya, mobil pribadi semakin banyak, bahkan beberapa teman yang saya kenal tidak pernah sekalipun naik busway, walaupun sering menggunakan jalurnya.
Lalu apa akibatnya kalau jalur busway benar-benar steril dari kendaraan lain? Yang pasti pengguna busway lebih cepat sampai ke tujuan, dan jalur yang dilewati busway menjadi sangat macet di jam sibuk. Jika satu jalan yang tadinya dua jalur dan satu jalurnya digunakan untuk busway, maka hanya satu jalur yang menjadi jalur bersama. Jalur bersama itu artinya harus berbagi dengan kendaraan umum yang seenaknya berhenti, kendaraan yang parkir di badan jalan, bahkan sepeda motor yang menepi sembarangan. Hal-hal tersebut sangat menghambat perjalanan seseorang. Di lain pihak, operasional busway pun belum memadai. Dengan jarak ideal antar bus 3-5 menit, kenyataannya bisa lebih dari 10 menit, bahkan seringkali di atas 30 menit. Bisa dibayangkan, jalur ekslusif yang kosong selama 30 menit, padahal jalurnya macet luar biasa.......hanya orang yang betul-betul waras yang tidak akan pindah jalur dengan keadaan seperti itu.
Jadi, akan lebih baik bila operasional busway ditingkatkan terlebih dahulu. Jarak antar bus dibuat sekecil mungkin sehingga orang yang menggunakan kendaraan pribadi akan lebih banyak yang pindah ke busway. Operasional meningkat, maka sanksi atas pelanggar jalur busway bisa mulai dilakukan. Jika sanksi diberlakukan terlebih dahulu tanpa memperbaiki operasional, maka orang akan seperti makan buah simalakama. Menggunakan kendaraan pribadi, macet hebat. Menggunakan busway desak-desakan tidak manusiawi.
Memang jalur busway ini menggiurkan karena orang berebut menggunakannya. Akan sangat ideal jika anda menggunakan jalur busway ketika anda berada di dalam busway dan tidak di dalam kendaraan lain.
Jalur busway, kau bagaikan wanita seksi di jalanan. Begitu banyak lelaki hidung belang yang hanya ingin mengagahimu sedangkan kau tak berdaya tanpa perlindungan. Kau akan makin membuat lelaki hidung belang penasaran bila kau ada yang melindungi dan hanya yang memenuhi syarat yang bisa memilikimu. Syarat yang sangat mudah namun sulit untuk dilaksanakan. Yaitu berada di dalam busway. Titik!!
Jalur busway hampir selalu berada di jalur paling kanan. Jalur busway pun biasanya memiliki pembatas, baik hanya berupa jalur yang dicat di jalan maupun pembatas tegas berupa separator jalan. Jalur busway ini diperuntukan untuk moda transportasi berupa bus yang dikenal orang Jakarta sebagai busway. Dengan kata lain, jalur busway adalah jalur ekslusif yang diperuntukan bagi kendaraan busway.
Kenyataannya, jalur busway dipakai pula oleh umum. Mulai dari pejalan kaki, sepeda, sepeda motor, bajaj, bemo, mobil pribadi, mobil angkutan umum dan truck. Bahkan mobil rombongan wakil presiden pun pernah menggunakan jalur ini.
Jika memang semua orang bisa memakainya, lalu buat apa diberi pembatas?
Ini tentu jadi pertanyaan yang bagus. Kenapa ya ada pembatas kalau semua orang bisa menggunakannya? Jawaban yang paling mendekati benar kemungkinan adalah, jalur busway ini tadinya digunakan untuk mengatasi kemacetan di jalan-jalan Jakarta dengan memindahkan moda transportasi masyarakat Jakarta dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum yang manusiawi dan cepat. Oleh karena itu dibuat jalur eksklusif yang difasilitasi oleh pemerintah daerah DKI Jakarta untuk melancarkan programnya. Keinginan dari pemerintah daerah adalah dengan memiliki jalur khusus maka berkendara dengan busway menjadi lebih efisien karena tidak terjebak di kemacetan Jakarta yang terjadi setiap hari. Dengan mengeksklusifkan diri sebagai jalur busway, maka kendaraan lain dilarang melewati jalur ini apapun alasannya.
Kenyataannya, tidak ada sanksi hukum kepada para pelanggar jalur busway. Rasanya dari delapan koridor busway tidak ada satu koridor pun yang steril dari pengguna lain. Koridor satu mungkin paling baik dalam hal sterilisasi, tapi di seperempat perjalanan terakhir jalur eksklusif tersebut banyak dilanggar.
Apa sih yang membuat pengguna jalan sangat menginginkan jalur busway? Yang pertama berada di pikiran orang adalah lebih cepat sampai. Inilah yang selalu menjadi pikiran pengguna jalan di Jakarta. Serobot, ugal-ugalan, melanggar lampu merah memiliki alasan yang ujung-ujungnya sama, yaitu ingin cepat sampai. Jalur busway pun dianggap sebagai jalur yang memuluskan tujuan tersebut.
Jika memang pengguna jalan menganggap jalur busway sebagai jalur untuk bisa sampai lebih cepat, lalu kenapa tidak semua orang berpindah ke busway?
Inilah lucunya. Jalur busway jika steril, akan membuat transportasi busway menjadi sangat menggiurkan dan orang akan berpikir panjang untuk menggunakan kendaraan pribadi. Tapi kenyataannya, mobil pribadi semakin banyak, bahkan beberapa teman yang saya kenal tidak pernah sekalipun naik busway, walaupun sering menggunakan jalurnya.
Lalu apa akibatnya kalau jalur busway benar-benar steril dari kendaraan lain? Yang pasti pengguna busway lebih cepat sampai ke tujuan, dan jalur yang dilewati busway menjadi sangat macet di jam sibuk. Jika satu jalan yang tadinya dua jalur dan satu jalurnya digunakan untuk busway, maka hanya satu jalur yang menjadi jalur bersama. Jalur bersama itu artinya harus berbagi dengan kendaraan umum yang seenaknya berhenti, kendaraan yang parkir di badan jalan, bahkan sepeda motor yang menepi sembarangan. Hal-hal tersebut sangat menghambat perjalanan seseorang. Di lain pihak, operasional busway pun belum memadai. Dengan jarak ideal antar bus 3-5 menit, kenyataannya bisa lebih dari 10 menit, bahkan seringkali di atas 30 menit. Bisa dibayangkan, jalur ekslusif yang kosong selama 30 menit, padahal jalurnya macet luar biasa.......hanya orang yang betul-betul waras yang tidak akan pindah jalur dengan keadaan seperti itu.
Jadi, akan lebih baik bila operasional busway ditingkatkan terlebih dahulu. Jarak antar bus dibuat sekecil mungkin sehingga orang yang menggunakan kendaraan pribadi akan lebih banyak yang pindah ke busway. Operasional meningkat, maka sanksi atas pelanggar jalur busway bisa mulai dilakukan. Jika sanksi diberlakukan terlebih dahulu tanpa memperbaiki operasional, maka orang akan seperti makan buah simalakama. Menggunakan kendaraan pribadi, macet hebat. Menggunakan busway desak-desakan tidak manusiawi.
Memang jalur busway ini menggiurkan karena orang berebut menggunakannya. Akan sangat ideal jika anda menggunakan jalur busway ketika anda berada di dalam busway dan tidak di dalam kendaraan lain.
Jalur busway, kau bagaikan wanita seksi di jalanan. Begitu banyak lelaki hidung belang yang hanya ingin mengagahimu sedangkan kau tak berdaya tanpa perlindungan. Kau akan makin membuat lelaki hidung belang penasaran bila kau ada yang melindungi dan hanya yang memenuhi syarat yang bisa memilikimu. Syarat yang sangat mudah namun sulit untuk dilaksanakan. Yaitu berada di dalam busway. Titik!!
Label:
Bekerja
Jumat, April 16, 2010
Komplain Berbuah Hadiah
Hari Kamis pagi tanggal 15 April 2010, istri saya membuka satu kemasan susu cair Frisian Flag ukuran satu liter dengan rasa full cream. Ketika tutup kemasan dibuka, istri saya kesulitan membukanya dan meminta saya untuk mencoba membuka tutup tersebut. Apa dikata rupanya tutupnya memang keras sekali dibukanya, sehingga saya harus mencongkel dengan tangan tutup tersebut sehingga terlepas juga. Sayangnya seal alumunium foilnya tidak langsung terbuka dan terjadi kebocoran di pinggir tutup sehingga ketika dituang ke dalam gelas ada susu yang tumpah dari bocoran tersebut.
Setelah itu saya bilang ke istri saya untuk segera menghabiskan susu yang masih bersisa di kemasan tersebut karena kemasannya sudah rusak. Dengan kemasan yang terbuka tentunya umur susu tidak bertahan lama walaupun ditaruh di dalam kulkas.
Saya yakin kesulitan saya membuka tutup adalah kesalahan produk, oleh karena itu saya segera mencari nomor layanan pelanggan dan menemukan nomor layanan peduli konsumen di kemasan susu tersebut. Melihat jam kerjanya tidak 24 jam dan mirip jam kerja biasa, saya lalu mencatat nomor tersebut di Handphone saya dan berencana menelpon layanan pelanggan tersebut di kantor.
Sekitar pukul 10 di kantor saya menelpon layanan peduli pelanggan yang tadi saya catat di Handphone saya. Masuk ke nomor tersebut sangat mudah, dan mesin penjawabnya pun tidak bertele-tele sehingga saya mudah mencari nomor untuk melakukan komplain. Tidak lama kemudian ada suara wanita yang menjawab panggilan saya dan saya pun menjelaskan kronologis kejadian di rumah saya pagi itu kepadanya. Wanita tersebut lalu menyarankan saya membawa kemasan tersebut ke kantor (karena lebih dekat daripada rumah saya dari kantor Frisian Flag) keesokan harinya untuk diambil oleh petugas dari Frisian Flag supaya dapat dicek di laboratorium. Dalam hati saya menyebut, wow cepat sekali tanggapannya.
Besok paginya, atau hari ini (Jumat, 16 April 2010) sebelum berangkat dari kantor, saya meminta istri saya untuk menyediakan kresek guna membawa kemasan susu yang bermasalah tersebut. Begitu sampai kantor, kemasan susu tersebut saya taruh di dalam kulkas in case petugas dari Frisian Flag tidak datang, maka paling tidak susunya masih tahan di hari ini. Menjelang istirahat jumatan, petugas dari Frisian Flag menelpon Handphone saya dan mengkonfirmasikan bahwa ada petugas yang akan datang ke kantor saya setelah jumatan.
Sekitar pukul 14.30 saya ditelpon ke Handphone saya oleh nomor yang saya tidak kenal. Rupanya petugas dari Frisian Flag telah datang dan berada di Lobby kantor saya. Ketika bertemu dengannya, rupanya dia kesulitan untuk bertanya mengenai saya kepada resepsionis kantor karena ada banyak nama karyawan yang sama nama depannya dengan nama saya. Untungnya dia memiliki nomor handphone saya dan bisa mengkonfirmasikan kedatangannya.
Ketika berinteraksi dengannya, saya lalu menjelaskan kronologis tutup kemasan tersebut. Dia mencatat beberapa penjelasan saya dan meminta ijin untuk mengambil kemasan tersebut dari saya, sambil mengatakan bahwa kemasan itu akan dibawa ke laboratorium. Dalam 14 hari hasilnya akan diinformasikan kepada saya. Dia menambahkan, akan dilakukan cek menyeluruh terhadap kemasan dengan kode produksi yang sama, karena bisa saja masalah ini ditemukan pada kemasan-kemasan tersebut.
Sebagai tanda terima kasih, dari pihak Frisian Flag memberikan satu paket susu cair full cream isi satu liter sebanyak lima kemasan. Wah saya sangat senang menerimanya, dan memberikan beberapa ke teman kerja saya dan membawa pulang sisanya. Pengalaman ini saya share kepada teman kerja saya dan juga istri dan mertua di rumah.
Rupanya jika kita komplain langsung ke produsen akan mendapatkan response yang sangat baik dari mereka dan ada kemungkinan diberikan apresiasi karena hal tersebut dapat memperbaiki kualitas mereka.
Jadi jangan ragu lagi komplain kepada produsen. Asal komplain anda berdasar, maka produsen akan dengan senang hati menerima, bahkan melakukan response yang melebihi ekspetasi anda.
Marilah kita menjadi konsumen yang cerdas!!!
Setelah itu saya bilang ke istri saya untuk segera menghabiskan susu yang masih bersisa di kemasan tersebut karena kemasannya sudah rusak. Dengan kemasan yang terbuka tentunya umur susu tidak bertahan lama walaupun ditaruh di dalam kulkas.
Saya yakin kesulitan saya membuka tutup adalah kesalahan produk, oleh karena itu saya segera mencari nomor layanan pelanggan dan menemukan nomor layanan peduli konsumen di kemasan susu tersebut. Melihat jam kerjanya tidak 24 jam dan mirip jam kerja biasa, saya lalu mencatat nomor tersebut di Handphone saya dan berencana menelpon layanan pelanggan tersebut di kantor.
Sekitar pukul 10 di kantor saya menelpon layanan peduli pelanggan yang tadi saya catat di Handphone saya. Masuk ke nomor tersebut sangat mudah, dan mesin penjawabnya pun tidak bertele-tele sehingga saya mudah mencari nomor untuk melakukan komplain. Tidak lama kemudian ada suara wanita yang menjawab panggilan saya dan saya pun menjelaskan kronologis kejadian di rumah saya pagi itu kepadanya. Wanita tersebut lalu menyarankan saya membawa kemasan tersebut ke kantor (karena lebih dekat daripada rumah saya dari kantor Frisian Flag) keesokan harinya untuk diambil oleh petugas dari Frisian Flag supaya dapat dicek di laboratorium. Dalam hati saya menyebut, wow cepat sekali tanggapannya.
Besok paginya, atau hari ini (Jumat, 16 April 2010) sebelum berangkat dari kantor, saya meminta istri saya untuk menyediakan kresek guna membawa kemasan susu yang bermasalah tersebut. Begitu sampai kantor, kemasan susu tersebut saya taruh di dalam kulkas in case petugas dari Frisian Flag tidak datang, maka paling tidak susunya masih tahan di hari ini. Menjelang istirahat jumatan, petugas dari Frisian Flag menelpon Handphone saya dan mengkonfirmasikan bahwa ada petugas yang akan datang ke kantor saya setelah jumatan.
Sekitar pukul 14.30 saya ditelpon ke Handphone saya oleh nomor yang saya tidak kenal. Rupanya petugas dari Frisian Flag telah datang dan berada di Lobby kantor saya. Ketika bertemu dengannya, rupanya dia kesulitan untuk bertanya mengenai saya kepada resepsionis kantor karena ada banyak nama karyawan yang sama nama depannya dengan nama saya. Untungnya dia memiliki nomor handphone saya dan bisa mengkonfirmasikan kedatangannya.
Ketika berinteraksi dengannya, saya lalu menjelaskan kronologis tutup kemasan tersebut. Dia mencatat beberapa penjelasan saya dan meminta ijin untuk mengambil kemasan tersebut dari saya, sambil mengatakan bahwa kemasan itu akan dibawa ke laboratorium. Dalam 14 hari hasilnya akan diinformasikan kepada saya. Dia menambahkan, akan dilakukan cek menyeluruh terhadap kemasan dengan kode produksi yang sama, karena bisa saja masalah ini ditemukan pada kemasan-kemasan tersebut.
Sebagai tanda terima kasih, dari pihak Frisian Flag memberikan satu paket susu cair full cream isi satu liter sebanyak lima kemasan. Wah saya sangat senang menerimanya, dan memberikan beberapa ke teman kerja saya dan membawa pulang sisanya. Pengalaman ini saya share kepada teman kerja saya dan juga istri dan mertua di rumah.
Rupanya jika kita komplain langsung ke produsen akan mendapatkan response yang sangat baik dari mereka dan ada kemungkinan diberikan apresiasi karena hal tersebut dapat memperbaiki kualitas mereka.
Jadi jangan ragu lagi komplain kepada produsen. Asal komplain anda berdasar, maka produsen akan dengan senang hati menerima, bahkan melakukan response yang melebihi ekspetasi anda.
Marilah kita menjadi konsumen yang cerdas!!!
Label:
Bekerja
Kamis, Maret 18, 2010
Pengalaman Menarik di Pesawat Terbang Baling-baling
Awal Maret lalu, tepat dari tanggal 1 - 3 Maret 2010 saya berkunjung ke daerah kerja perusahaan di tengah laut. Pulang dari sana dan ketika kembali ke Jakarta, kebetulan saya sebelahan dengan seorang karyawan dari tempat yang saya kunjungi dan berbincang-bincang dengannya sepanjang perjalanan. Tidak biasanya saya berbincang begitu lama dengan seseorang yang baru saya kenal, apalagi di dalam perjalanan pesawat terbang baling-baling yang memakan waktu 2 jam 30 menit itu. Inilah ceritanya...
Perbincangan dimulai sebenarnya dengan basa-basi saya ketika dia mengeluarkan buku untuk dibaca. Saya tidak hapal judulnya, tapi menurut dia itu adalah buku bagus. Bahkan katanya ada buku yang lebih bagus lagi. Judulnya Negeri 5 Menara. Saya bilang saya jarang baca novel namun pernah baca Laskar Pelangi yang menurut saya bagus. Dia bilang buku Negeri 5 Menara lebih bagus lagi...
Menurut dia buku itu bercerita tentang 6 orang yang berbeda latar belakang, tapi mempunyai mimpi di 5 bidang berbeda. Dua orang dari 6 orang tersebut memilih bidang yang sama. Mungkin itulah disebut 5 menara. Yang membuat saya takjub, orang tersebut mengaku memiliki 2 buah buku Negeri 5 Menara.....Saya pernah dengar orang nonton bioskop berkali-kali, tapi beli buku sampe 2 dan untuk dibaca sendiri jarang terjadi....bahkan baru pertama kali ini saya mendengar hal tersebut. Begitu baguskah novel ini???
Itu baru satu hal. Ada hal lain yang orang tersebut ceritakan ke saya. Dulu orang tersebut adalah vegetarian ketika masih muda (kalau tidak salah di tahun 90-an), namun berhenti. Saya bertanya, vegetariannya sampai level apa, dia jawab murni vegetarian. Trus kenapa berhenti, dia jawab karena di kerjaan dia waktu itu tidak memungkinkan dirinya tetap menjadi vegetarian. Makanan yang disediakan tempat kerjanya dulu selalu mengandung ayam dan daging, sehingga terpaksa dia berhenti menjadi vegetarian hingga sekarang (walaupun yang sekarang tentunya dia berhenti karena pilihannya). Sebagai orang yang baru mau menjadi vegetarian, saya bertanya kepadanya, apa manfaat yang dirasakan ketika menjadi vegetarian.
Dia jawab, manfaat yang paling utama adalah emosi menjadi stabil. Kita tidak mudah meledak-ledak. Lagipula badan tidak mudah capek. Hm....kenapa saya tidak merasakan perubahan ini ya selama lebih dari 9 bulan menjadi vegetarian? Tapi memang benar, semenjak jadi vegetarian, tidak pernah sekalipun saya marah-marah. Dulu kalau lagi jalan ama istri, dan istri suka telat, lalu kemudian macet, saya suka marah-marah ama istri. Tapi kemarin, diuji dengan keadaan yang sama, sebenarnya sama kesalnya tapi tidak meledak-ledak. Apakah ini manfaat vegetarian?
Dulu setiap sebulan sekali saya minimal satu sampai dua hari ada sakit, tidak enak badan. Apalagi dengan kondisi kerjaan sekarang yang makin menumpuk, harusnya saya semakin tidak berdaya. Namun buktinya, sejak 6 bulan yang lalu saya tidak pernah ijin sakit karena kelelahan. Yang ada adalah sakit karena memang sakit karena virus, dan itu tidak dapat dihindari....Benarkah ini karena vegetarian?
Ada satu hal lagi yang saya pelajari dari orang tersebut. Dia berkata bahwa makanan itu sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Dia berkomentar, jika kita lapar, kemudian makan, maka makanan itu baik bagi kita. Tapi jika kita sudah kenyang, kemudian masih makan, maka percayalah bahwa kita itu memasukkan racun ke tubuh kita. Nasehat yang sungguh luar biasa. Jika teringat kata-kata itu kadang-kadang saya melewatkan tawaran dari teman-teman untuk mencicipi makanan yang dia bawa (walaupun beberapa kali suka lupa diri juga....hehehe). Hidup saya walaupun sudah menjadi vegetarian, tapi dalam beberapa bulan ini tidak turun satu kilogram pun. Ini karena saya masih tergoda untuk ngemil di sela-sela jam makan, yang pada hakekatnya saya memasukkan racun ke dalam tubuh saya.
Benar-benar pengalaman yang menarik bagi saya. Orang yang tidak saya kenal tiba-tiba memberikan suatu pelajaran berharga bagi saya. Tapi sayangnya saya sampai saat ini tidak tahu namanya siapa, walaupun ketemu setiap hari ketika saya berkunjung ke tempat kerja di tengah laut itu....
Alangkah bodohnya saya.....namun saya tidak memandang siapa orangnya, lebih ke arah apa yang dinasehatinya.
Terima kasih Pak atas sharingnya selama di Pesawat
Perbincangan dimulai sebenarnya dengan basa-basi saya ketika dia mengeluarkan buku untuk dibaca. Saya tidak hapal judulnya, tapi menurut dia itu adalah buku bagus. Bahkan katanya ada buku yang lebih bagus lagi. Judulnya Negeri 5 Menara. Saya bilang saya jarang baca novel namun pernah baca Laskar Pelangi yang menurut saya bagus. Dia bilang buku Negeri 5 Menara lebih bagus lagi...
Menurut dia buku itu bercerita tentang 6 orang yang berbeda latar belakang, tapi mempunyai mimpi di 5 bidang berbeda. Dua orang dari 6 orang tersebut memilih bidang yang sama. Mungkin itulah disebut 5 menara. Yang membuat saya takjub, orang tersebut mengaku memiliki 2 buah buku Negeri 5 Menara.....Saya pernah dengar orang nonton bioskop berkali-kali, tapi beli buku sampe 2 dan untuk dibaca sendiri jarang terjadi....bahkan baru pertama kali ini saya mendengar hal tersebut. Begitu baguskah novel ini???
Itu baru satu hal. Ada hal lain yang orang tersebut ceritakan ke saya. Dulu orang tersebut adalah vegetarian ketika masih muda (kalau tidak salah di tahun 90-an), namun berhenti. Saya bertanya, vegetariannya sampai level apa, dia jawab murni vegetarian. Trus kenapa berhenti, dia jawab karena di kerjaan dia waktu itu tidak memungkinkan dirinya tetap menjadi vegetarian. Makanan yang disediakan tempat kerjanya dulu selalu mengandung ayam dan daging, sehingga terpaksa dia berhenti menjadi vegetarian hingga sekarang (walaupun yang sekarang tentunya dia berhenti karena pilihannya). Sebagai orang yang baru mau menjadi vegetarian, saya bertanya kepadanya, apa manfaat yang dirasakan ketika menjadi vegetarian.
Dia jawab, manfaat yang paling utama adalah emosi menjadi stabil. Kita tidak mudah meledak-ledak. Lagipula badan tidak mudah capek. Hm....kenapa saya tidak merasakan perubahan ini ya selama lebih dari 9 bulan menjadi vegetarian? Tapi memang benar, semenjak jadi vegetarian, tidak pernah sekalipun saya marah-marah. Dulu kalau lagi jalan ama istri, dan istri suka telat, lalu kemudian macet, saya suka marah-marah ama istri. Tapi kemarin, diuji dengan keadaan yang sama, sebenarnya sama kesalnya tapi tidak meledak-ledak. Apakah ini manfaat vegetarian?
Dulu setiap sebulan sekali saya minimal satu sampai dua hari ada sakit, tidak enak badan. Apalagi dengan kondisi kerjaan sekarang yang makin menumpuk, harusnya saya semakin tidak berdaya. Namun buktinya, sejak 6 bulan yang lalu saya tidak pernah ijin sakit karena kelelahan. Yang ada adalah sakit karena memang sakit karena virus, dan itu tidak dapat dihindari....Benarkah ini karena vegetarian?
Ada satu hal lagi yang saya pelajari dari orang tersebut. Dia berkata bahwa makanan itu sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Dia berkomentar, jika kita lapar, kemudian makan, maka makanan itu baik bagi kita. Tapi jika kita sudah kenyang, kemudian masih makan, maka percayalah bahwa kita itu memasukkan racun ke tubuh kita. Nasehat yang sungguh luar biasa. Jika teringat kata-kata itu kadang-kadang saya melewatkan tawaran dari teman-teman untuk mencicipi makanan yang dia bawa (walaupun beberapa kali suka lupa diri juga....hehehe). Hidup saya walaupun sudah menjadi vegetarian, tapi dalam beberapa bulan ini tidak turun satu kilogram pun. Ini karena saya masih tergoda untuk ngemil di sela-sela jam makan, yang pada hakekatnya saya memasukkan racun ke dalam tubuh saya.
Benar-benar pengalaman yang menarik bagi saya. Orang yang tidak saya kenal tiba-tiba memberikan suatu pelajaran berharga bagi saya. Tapi sayangnya saya sampai saat ini tidak tahu namanya siapa, walaupun ketemu setiap hari ketika saya berkunjung ke tempat kerja di tengah laut itu....
Alangkah bodohnya saya.....namun saya tidak memandang siapa orangnya, lebih ke arah apa yang dinasehatinya.
Terima kasih Pak atas sharingnya selama di Pesawat
Label:
Bekerja
Minggu, Februari 14, 2010
Banjir Lagi di Jakarta
Jumat malam 12 Feb 2010 sebelum beranjak ke tempat tidur, saya sempat membaca sms di handphone yang isinya ada kemungkinan banjir pukul 03:00 di daerah jakarta timur seperti kalibata, kampung melayu dan sekitarnya. Langsung saya nyalakan tivi dan lihat running text dari Metro TV dan TV One, dan menemukan berita yang sama seperti dalam sms. Sms itu sendiri berasal dari perusahaan tempat saya bekerja.
Karena daerah tempat tinggal saya tidak ada dalam list tersebut, maka saya bisa tidur dengan tenang, sambil waspada jika daerah saya juga kebagian limpahan air dari bogor tersebut. Dua hari sebelumnya kali dekat rumah yaitu pesanggrahan sedang agak tinggi dan hanya beberapa centimeter dari bibir kalinya. Apakah mungkin peristiwa tahun 2007 lalu terulang kembali?
Sabtu pagi, saya bangun agak kesiangan karena malamnya tidur kemaleman. Tidak terjadi apa-apa paling tidak di tempat tinggal saya. Langsung saya cek tivi untuk melihat prakiraan banjir di daerah yang disebutkan tadi malam, dan ternyata memang kejadian!!! Banjir benar-benar terjadi, malah kabarnya ada sebuah tempat di kampung melayu yang tinggi airnya lebih dari dua meter....wow!!!
Di hari yang sama ketika saya memanaskan mobil dan mengitari kompleks, saya melihat warga kompleks tempat saya tinggal membuang sebuah bingkisan plastik ke dalam kali. Padahal di rumahnya sudah ada tempat sampah, dan kami pun sudah membayar untuk kebersihan tiap bulannya. Dengan kata lain, jika orang tersebut membuang bingkisan plastik tersebut ke tempat sampahnya, maka pasti bingkisan tersebut akan terangkut oleh petugas kebersihan yang sudah dibayar untuk melakukan tugasnya. Kenyataannya masih saja ada orang yang menganggap kali sebagai tempat sampah!! Sayang sekali bahwa dia tidak menyadari akibat perbuatannya bisa merugikan dirinya dan juga orang lain.
Hari itu juga kebetulan siang harinya ada kondangan di daerah salemba. Kampung melayu adalah feeder dari salemba, sehingga saya agak sungkan untuk pergi ke daerah tersebut, apalagi jalur menuju kesana tinggal satu yang mungkin, yaitu melewati pintu air manggarai yang saat saya sampai disana sudah berada di siaga 2 atau beberapa puluh centimeter lagi hingga airnya luber dari pintu air manggarai. Jalur yang lain, yaitu menteng tidak dipilih karena ada penyerangan kantor "Bendera" di jalan diponegoro, jalur yang harus dilewati.
Untungnya kami tidak mengalami kemacetan walaupun sempat ada beberapa titik yang mengalami genangan. Hari itu mungkin tidak banyak orang yang keluar rumah sehingga jalanan pun agak sepi. Tapi memang kami menuju ke pusat banjir, dan tidak banyak pilihan jalan yang bisa dilewati. Pada akhirnya kami berhasil sampai ke tujuan akhir yaitu rumah orang tua saya di daerah ciangsana.
Banjir, lagi-lagi tamu yang satu ini mampir di Jakarta. Mungkin memang bukan yang terbesar seperti tahun 1996, 2002 dan 2007. Tapi banjir ini sudah membuktikan bahwa memang belum ada perbaikan yang signifikan untuk mengatasi banjir di Jakarta. Saya tidak tahu status banjir kanal timur yang kabarnya sudah tembus laut, apakah belum dialiri aliran sungai? kenapa banjir kali ini yang cuma menimpa jalur kali ciliwung tidak dialihkan ke banjir kanal timur? atau memang banjir kanal timur untuk kepentingan yang lain? Maaf, saya sebagai warga Jakarta tidak tahu sama sekali mengenai pengaturan aliran air tersebut.
Jika dilihat siklus banjir besar Jakarta, maka sepertinya siklusnya semakin mengecil. Dari enam tahun, trus ke lima tahun, dan bukan tidak mungkin akan menuju ke empat tahun. Jika itu terjadi, maka banjir besar berikutnya akan terjadi tahun depan!!! Ya, benar, tahun depan, yaitu tahun 2011. Satu tahun lagi dari sekarang. Apakah yang sudah kita lakukan?
Mengharapkan peran pemerintah pusat maupun daerah rasanya tidak terlalu bisa diandalkan. Biarpun katanya sudah ada pengerukan besar tahun lalu di sembilan kali di Jakarta yang tidak pernah dilakukan dalam 30 tahun terakhir, buktinya beberapa hari yang lalu masih juga terjadi banjir. Artinya pengerukan itu belum membuahkan hasil. Perbaikan infrastruktur pun tidak kelihatan, paling tidak saya tidak melihatnya. Bisa dikatakan sia-sia pemerintah kita membuang miliaran rupiah tapi tidak ada hasilnya. Kasihan....
Jadi sudah saatnya kita sendiri sebagai warga Jakarta yang bertindak. Caranya? mulai dari yang paling mudah dulu....MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT SAMPAH!!! Saya tidak bilang membuang sampah di tempatnya, karena memang sampah sudah hampir di semua tempat, jadi kalo bilang di tempatnya berarti kita buang sampah di tempat yang ada sampahnya, dan kali termasuk salah satu di antaranya. Jadi saya jelaskan bahwa membuang sampah harus di tempat sampah. Tempat sampah itu berupa tempat seperti ember yang berada di dalam rumah, di pinggir jalan dan tempat lainnya yang bisa anda temukan. Dengan membuang sampah di tempat sampah, paling tidak kita mengurangi supply sampah yang berada di kali sehingga air di kali tidak lagi tambah tersumbat.
Emang kalo buang sampah di jalan salahnya apa? kan gak buang ke kali? Nah ini nih yang bahaya. Kalo kita buang sampah di jalan sembarangan, maka sampah itu akan selalu berada di jalan sampai ada sesuatu yang memindahkannya. Iya kalo dipindah ama petugas kebersihan pemda yang suka kelihatan di jalanan, kalo aliran air karena hujan yang memindahkannya gimana? air kan mengalir ke tempat yang rendah. Dari jalanan air mengalir ke got atau selokan. Artinya sampah kita akhirnya berada di selokan. Dari selokan air mengalir hingga ke kali. Dan itu berarti sampah yang kita buang akhirnya akan ke kali juga.....makanya jangan lagi buang sampah sembarangan!!!
Cara mudah berikutnya adalah MEMPERBANYAK RESAPAN AIR. Ini butuh usaha dari sekelompok orang. Tidak bisa bekerja sendiri. Resapan air ini banyak contohnya, tapi prinsipnya jangan apa-apa menimbun tanah dengan semen. Semen tidak menyerap air, dia hanya melewatkan. Seperti cerita di atas, maka seluruh air yang jatuh dari hujan akan jatuh ke kali dan tidak aneh jika kali akan meluap jika diisi terus menerus. Resapan air berguna untuk mengurangi air yang turun ke kali sehingga kali tidak cepat penuh dan luber ke jalanan. Syaratnya satu, harus ada tanah!!!
Teknik memperbanyak resapan air ada banyak, dan menurut saya yang paling efektif adalah teknik biopori. Biopori ini sangat superior, bisa mengatasi beberapa masalah sekaligus, tapi dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Jakarta. Saya tidak tahu kenapa, tapi itu pun terjadi di rumah yang saya tempati. Saya sudah membuat lubang biopori di rumah, dan berhasil mengurangi sampah organik yang dibuang, namun usaha saya tidak didukung oleh penghuni rumah yang lain, sehingga pemisahan sampah organik yang tadinya sudah berjalan, kembali seperti sedia kala kembali, bahkan lubang yang sudah saya buat, akhirnya ditutup dengan semen. Alasan awalnya disemen adalah sebagai tempat main anak kecil, tapi kenyataannya, setelah disemen, anak kecil tidak sekalipun menginjak semen tersebut, lagi-lagi sayang sekali!!! Ini bukti bahwa memperbanyak resapan air ini memang kerjaan kelompok, bukan individu!!!
Jika kedua cara di atas dilakukan dengan kesadaran masyarakat Jakarta akan lingkungannya, maka saya optimis, siklus banjir besar Jakarta yang kemungkinan terjadi tahun depan bisa dipatahkan. Sinergi antara program pemerintah daerah dengan kesadaran masyarakat akan membuat Jakarta lebih mudah mengendalikan banjir. Banjir kanal timur mudah-mudahan dipercepat penyelesaian dan koneksinya. Pengerukan dilakukan terus bukan hanya menjelang musim hujan. Dan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Selama ini manusia dituduh memutuskan ekosistem yang berlaku di alam. Marilah kali ini manusia juga memutus ekosistem penyebab banjir dengan membuang sampah di tempat sampah dan memperbanyak resapan air. Ayo patahkan siklus banjir besar, kalo kata pepatah, hanya keledai yang jatuh pada tempat yang sama dua kali. Masyarakat Jakarta sudah tiga kali. Apakah kita tidak lebih baik daripada keledai?
Karena daerah tempat tinggal saya tidak ada dalam list tersebut, maka saya bisa tidur dengan tenang, sambil waspada jika daerah saya juga kebagian limpahan air dari bogor tersebut. Dua hari sebelumnya kali dekat rumah yaitu pesanggrahan sedang agak tinggi dan hanya beberapa centimeter dari bibir kalinya. Apakah mungkin peristiwa tahun 2007 lalu terulang kembali?
Sabtu pagi, saya bangun agak kesiangan karena malamnya tidur kemaleman. Tidak terjadi apa-apa paling tidak di tempat tinggal saya. Langsung saya cek tivi untuk melihat prakiraan banjir di daerah yang disebutkan tadi malam, dan ternyata memang kejadian!!! Banjir benar-benar terjadi, malah kabarnya ada sebuah tempat di kampung melayu yang tinggi airnya lebih dari dua meter....wow!!!
Di hari yang sama ketika saya memanaskan mobil dan mengitari kompleks, saya melihat warga kompleks tempat saya tinggal membuang sebuah bingkisan plastik ke dalam kali. Padahal di rumahnya sudah ada tempat sampah, dan kami pun sudah membayar untuk kebersihan tiap bulannya. Dengan kata lain, jika orang tersebut membuang bingkisan plastik tersebut ke tempat sampahnya, maka pasti bingkisan tersebut akan terangkut oleh petugas kebersihan yang sudah dibayar untuk melakukan tugasnya. Kenyataannya masih saja ada orang yang menganggap kali sebagai tempat sampah!! Sayang sekali bahwa dia tidak menyadari akibat perbuatannya bisa merugikan dirinya dan juga orang lain.
Hari itu juga kebetulan siang harinya ada kondangan di daerah salemba. Kampung melayu adalah feeder dari salemba, sehingga saya agak sungkan untuk pergi ke daerah tersebut, apalagi jalur menuju kesana tinggal satu yang mungkin, yaitu melewati pintu air manggarai yang saat saya sampai disana sudah berada di siaga 2 atau beberapa puluh centimeter lagi hingga airnya luber dari pintu air manggarai. Jalur yang lain, yaitu menteng tidak dipilih karena ada penyerangan kantor "Bendera" di jalan diponegoro, jalur yang harus dilewati.
Untungnya kami tidak mengalami kemacetan walaupun sempat ada beberapa titik yang mengalami genangan. Hari itu mungkin tidak banyak orang yang keluar rumah sehingga jalanan pun agak sepi. Tapi memang kami menuju ke pusat banjir, dan tidak banyak pilihan jalan yang bisa dilewati. Pada akhirnya kami berhasil sampai ke tujuan akhir yaitu rumah orang tua saya di daerah ciangsana.
Banjir, lagi-lagi tamu yang satu ini mampir di Jakarta. Mungkin memang bukan yang terbesar seperti tahun 1996, 2002 dan 2007. Tapi banjir ini sudah membuktikan bahwa memang belum ada perbaikan yang signifikan untuk mengatasi banjir di Jakarta. Saya tidak tahu status banjir kanal timur yang kabarnya sudah tembus laut, apakah belum dialiri aliran sungai? kenapa banjir kali ini yang cuma menimpa jalur kali ciliwung tidak dialihkan ke banjir kanal timur? atau memang banjir kanal timur untuk kepentingan yang lain? Maaf, saya sebagai warga Jakarta tidak tahu sama sekali mengenai pengaturan aliran air tersebut.
Jika dilihat siklus banjir besar Jakarta, maka sepertinya siklusnya semakin mengecil. Dari enam tahun, trus ke lima tahun, dan bukan tidak mungkin akan menuju ke empat tahun. Jika itu terjadi, maka banjir besar berikutnya akan terjadi tahun depan!!! Ya, benar, tahun depan, yaitu tahun 2011. Satu tahun lagi dari sekarang. Apakah yang sudah kita lakukan?
Mengharapkan peran pemerintah pusat maupun daerah rasanya tidak terlalu bisa diandalkan. Biarpun katanya sudah ada pengerukan besar tahun lalu di sembilan kali di Jakarta yang tidak pernah dilakukan dalam 30 tahun terakhir, buktinya beberapa hari yang lalu masih juga terjadi banjir. Artinya pengerukan itu belum membuahkan hasil. Perbaikan infrastruktur pun tidak kelihatan, paling tidak saya tidak melihatnya. Bisa dikatakan sia-sia pemerintah kita membuang miliaran rupiah tapi tidak ada hasilnya. Kasihan....
Jadi sudah saatnya kita sendiri sebagai warga Jakarta yang bertindak. Caranya? mulai dari yang paling mudah dulu....MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT SAMPAH!!! Saya tidak bilang membuang sampah di tempatnya, karena memang sampah sudah hampir di semua tempat, jadi kalo bilang di tempatnya berarti kita buang sampah di tempat yang ada sampahnya, dan kali termasuk salah satu di antaranya. Jadi saya jelaskan bahwa membuang sampah harus di tempat sampah. Tempat sampah itu berupa tempat seperti ember yang berada di dalam rumah, di pinggir jalan dan tempat lainnya yang bisa anda temukan. Dengan membuang sampah di tempat sampah, paling tidak kita mengurangi supply sampah yang berada di kali sehingga air di kali tidak lagi tambah tersumbat.
Emang kalo buang sampah di jalan salahnya apa? kan gak buang ke kali? Nah ini nih yang bahaya. Kalo kita buang sampah di jalan sembarangan, maka sampah itu akan selalu berada di jalan sampai ada sesuatu yang memindahkannya. Iya kalo dipindah ama petugas kebersihan pemda yang suka kelihatan di jalanan, kalo aliran air karena hujan yang memindahkannya gimana? air kan mengalir ke tempat yang rendah. Dari jalanan air mengalir ke got atau selokan. Artinya sampah kita akhirnya berada di selokan. Dari selokan air mengalir hingga ke kali. Dan itu berarti sampah yang kita buang akhirnya akan ke kali juga.....makanya jangan lagi buang sampah sembarangan!!!
Cara mudah berikutnya adalah MEMPERBANYAK RESAPAN AIR. Ini butuh usaha dari sekelompok orang. Tidak bisa bekerja sendiri. Resapan air ini banyak contohnya, tapi prinsipnya jangan apa-apa menimbun tanah dengan semen. Semen tidak menyerap air, dia hanya melewatkan. Seperti cerita di atas, maka seluruh air yang jatuh dari hujan akan jatuh ke kali dan tidak aneh jika kali akan meluap jika diisi terus menerus. Resapan air berguna untuk mengurangi air yang turun ke kali sehingga kali tidak cepat penuh dan luber ke jalanan. Syaratnya satu, harus ada tanah!!!
Teknik memperbanyak resapan air ada banyak, dan menurut saya yang paling efektif adalah teknik biopori. Biopori ini sangat superior, bisa mengatasi beberapa masalah sekaligus, tapi dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Jakarta. Saya tidak tahu kenapa, tapi itu pun terjadi di rumah yang saya tempati. Saya sudah membuat lubang biopori di rumah, dan berhasil mengurangi sampah organik yang dibuang, namun usaha saya tidak didukung oleh penghuni rumah yang lain, sehingga pemisahan sampah organik yang tadinya sudah berjalan, kembali seperti sedia kala kembali, bahkan lubang yang sudah saya buat, akhirnya ditutup dengan semen. Alasan awalnya disemen adalah sebagai tempat main anak kecil, tapi kenyataannya, setelah disemen, anak kecil tidak sekalipun menginjak semen tersebut, lagi-lagi sayang sekali!!! Ini bukti bahwa memperbanyak resapan air ini memang kerjaan kelompok, bukan individu!!!
Jika kedua cara di atas dilakukan dengan kesadaran masyarakat Jakarta akan lingkungannya, maka saya optimis, siklus banjir besar Jakarta yang kemungkinan terjadi tahun depan bisa dipatahkan. Sinergi antara program pemerintah daerah dengan kesadaran masyarakat akan membuat Jakarta lebih mudah mengendalikan banjir. Banjir kanal timur mudah-mudahan dipercepat penyelesaian dan koneksinya. Pengerukan dilakukan terus bukan hanya menjelang musim hujan. Dan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Selama ini manusia dituduh memutuskan ekosistem yang berlaku di alam. Marilah kali ini manusia juga memutus ekosistem penyebab banjir dengan membuang sampah di tempat sampah dan memperbanyak resapan air. Ayo patahkan siklus banjir besar, kalo kata pepatah, hanya keledai yang jatuh pada tempat yang sama dua kali. Masyarakat Jakarta sudah tiga kali. Apakah kita tidak lebih baik daripada keledai?
Label:
Bekerja
Senin, Februari 08, 2010
Cara Mengatasi Cegukan
Banyak orang bingung kalo lagi cegukan. Minum banyak, gak juga ilang cegukannya, malah makin kembung. Tahan napas rasanya seperti tersiksa. Akhirnya tidak berdaya dan menunggu saja dengan pasrah hingga cegukannya hilang. Tapi kalo kita lagi mau rapat penting ama klien gimana? masa bercegukan terus, bisa gawat tuh nantinya.
Beberapa saat lalu saya diberitahukan teman kerja cara paling efektif menghilangkan cegukan yang pernah saya ketahui. Mohon disimak baik-baik ya.
Pertama, usahakan ada orang lain yang bisa diminta bantuannya. Lalu ambil segelas air putih. Tahap persiapan sudah selesai. Lalu kedua jari jempol tangan anda masukkan ke kedua lubang telinga, dan kedua jari kelingking anda masukkan ke kedua lubang hidung. Ingat ya, kanan dengan kanan, kiri dengan kiri. Lalu tahan posisi tersebut dan minta tolong orang lain yang bersama anda untuk memberikan minum segelas air tadi kepada anda. Anda tidak perlu menghabiskan airnya, cukup satu dua teguk saja.
Lalu....rasakan......cegukan anda sudah hilang!!! Ya, memang semudah itu. Bukan sulap bukan sihir. Saya sudah mencoba ini empat kali sejak diberitahukan dan success ratenya 100%....
Silakan mencoba sendiri ya....semoga sukses.
Beberapa saat lalu saya diberitahukan teman kerja cara paling efektif menghilangkan cegukan yang pernah saya ketahui. Mohon disimak baik-baik ya.
Pertama, usahakan ada orang lain yang bisa diminta bantuannya. Lalu ambil segelas air putih. Tahap persiapan sudah selesai. Lalu kedua jari jempol tangan anda masukkan ke kedua lubang telinga, dan kedua jari kelingking anda masukkan ke kedua lubang hidung. Ingat ya, kanan dengan kanan, kiri dengan kiri. Lalu tahan posisi tersebut dan minta tolong orang lain yang bersama anda untuk memberikan minum segelas air tadi kepada anda. Anda tidak perlu menghabiskan airnya, cukup satu dua teguk saja.
Lalu....rasakan......cegukan anda sudah hilang!!! Ya, memang semudah itu. Bukan sulap bukan sihir. Saya sudah mencoba ini empat kali sejak diberitahukan dan success ratenya 100%....
Silakan mencoba sendiri ya....semoga sukses.
Label:
Bekerja
Rabu, Desember 30, 2009
Guru Bangsa, Selamat Jalan
Berita terheboh malam ini datang dari RSCM, dimana Gus Dur, mantan Presiden RI yang ke-4 wafat pada pukul 18.45 malam. Langsung serentak TV lokal dan nasional menayangkan mengenai informasi ini. Memang sejak beberapa hari lalu diberitakan Gus Dur sedang sakit dan dirawat di RSCM. Kabar terakhir yang saya dengar adalah Gus Dur operasi gigi, dan kata dokter giginya bagus.
Namun rupanya Allah berkehendak lain. Gus Dur, yang menurut saya manusia yang paling dikenal di Indonesia. Manusia yang selain sangat dicinta juga sekaligus sangat dibenci karena sikapnya yang kontroversial. Manusia yang kadang-kadang tidak dapat ditebak arahnya mau kemana. Manusia yang misterius sekaligus kocak. Telah meninggalkan kita semua dengan tenang.
Gus Dur, wafatmu menjadi berita paling spektakuler di tahun 2009 ini. Saya merasa berita ini lebih hebat daripada hasil pemilu atau hasil pemilihan presiden. SBY, setelah sebelumnya Bapak memimpin pemakaman Almarhum Jendral Haji Muhammad Soeharto, kali ini Bapak akan memimpin pemakaman Almarhum Abdurrahman Wahid. Dua mantan presiden anda lepas kepergiannya.
Ada cerita mengenai Gus Dur, ntah benar atau tidak, tapi itu masih merasuk di benak saya. Konon kabarnya Gus Dur sempat tertidur ketika sedang memimpin rapat kabinet ketika masa dia jadi presiden. Namun ketika salah seorang mentri yang sedang memaparkan laporannya meminta petunjuk dan komentar dari beliau, Gus Dur dengan lancarnya menjawab pertanyaan mentri tadi, dan nyambung.....hebat!!!
Ada lagi cerita dari teman saya. Saat itu katanya Gus Dur sempat mengunjungi kampus UI di depok. Ketika ingin pulang dan masuk ke mobil, teman saya memperhatikan apakah Gus Dur ini benar-benar buta atau memang matanya saja yang dimerem-meremin. Dia memperhatikan gerak gerik Gus Dur di keramaian, dan rupanya benar, menurut ceritanya kepala Gus Dur sempat terantuk pintu mobil....akhirnya dia menarik kesimpulan bahwa Gus Dur benar-benar buta.
Ah Gus Dur, begitu banyak cerita berkesan mengenai dirimu. Mungkin yang gak akan dilupakan adalah bagaimana Anda dengan santainya menggunakan kutang dan sarung keluar dari istana ketika kamu diimpeach oleh MPR kita saat itu. Saat itu saya merasa malu sebagai bangsa Indonesia melihat presiden gayanya seperti itu, tapi kemudian saya sadar, itulah manusia yang apa adanya, tidak perduli akan persepsi orang yang penting dia happy melakukannya.
Selamat Jalan Guru Bangsa. Selamat Jalan Gus Dur.
Namun rupanya Allah berkehendak lain. Gus Dur, yang menurut saya manusia yang paling dikenal di Indonesia. Manusia yang selain sangat dicinta juga sekaligus sangat dibenci karena sikapnya yang kontroversial. Manusia yang kadang-kadang tidak dapat ditebak arahnya mau kemana. Manusia yang misterius sekaligus kocak. Telah meninggalkan kita semua dengan tenang.
Gus Dur, wafatmu menjadi berita paling spektakuler di tahun 2009 ini. Saya merasa berita ini lebih hebat daripada hasil pemilu atau hasil pemilihan presiden. SBY, setelah sebelumnya Bapak memimpin pemakaman Almarhum Jendral Haji Muhammad Soeharto, kali ini Bapak akan memimpin pemakaman Almarhum Abdurrahman Wahid. Dua mantan presiden anda lepas kepergiannya.
Ada cerita mengenai Gus Dur, ntah benar atau tidak, tapi itu masih merasuk di benak saya. Konon kabarnya Gus Dur sempat tertidur ketika sedang memimpin rapat kabinet ketika masa dia jadi presiden. Namun ketika salah seorang mentri yang sedang memaparkan laporannya meminta petunjuk dan komentar dari beliau, Gus Dur dengan lancarnya menjawab pertanyaan mentri tadi, dan nyambung.....hebat!!!
Ada lagi cerita dari teman saya. Saat itu katanya Gus Dur sempat mengunjungi kampus UI di depok. Ketika ingin pulang dan masuk ke mobil, teman saya memperhatikan apakah Gus Dur ini benar-benar buta atau memang matanya saja yang dimerem-meremin. Dia memperhatikan gerak gerik Gus Dur di keramaian, dan rupanya benar, menurut ceritanya kepala Gus Dur sempat terantuk pintu mobil....akhirnya dia menarik kesimpulan bahwa Gus Dur benar-benar buta.
Ah Gus Dur, begitu banyak cerita berkesan mengenai dirimu. Mungkin yang gak akan dilupakan adalah bagaimana Anda dengan santainya menggunakan kutang dan sarung keluar dari istana ketika kamu diimpeach oleh MPR kita saat itu. Saat itu saya merasa malu sebagai bangsa Indonesia melihat presiden gayanya seperti itu, tapi kemudian saya sadar, itulah manusia yang apa adanya, tidak perduli akan persepsi orang yang penting dia happy melakukannya.
Selamat Jalan Guru Bangsa. Selamat Jalan Gus Dur.
Label:
Bekerja
Parkir Lima Ribu Rupiah?
Judul di atas bukan mengada-ada, tapi kenyataan. Hari ini ketika makan siang di D'Cost Kemang, kami parkir di depan bank sebelah restorannya karena parkir di restoran penuh. Begitu selesai dan mau pulang, petugas parkir berpakaian preman (atau memang preman??) memberikan karcis parkir yang nilainya lima ribu rupiah. Tulisannya kira-kira seperti ini :
Parkir Kemang dan sekitarnya
Lima Ribu Rupiah, Untuk Sekali Masuk
Entah ini bener atau kami ditipu, tapi kalo emang benar, emang boleh ya ngasih tarif lima ribu rupiah? Brarti lebih mahal daripada di sudirman atau thamrin donk, bahkan daripada bandara terminal 3....
Asal duitnya bener ke Pemda sih gak masalah, tapi ane ragu.....mudah-mudahan ini semata-mata suudzon yang tak terbukti...
Parkir Kemang dan sekitarnya
Lima Ribu Rupiah, Untuk Sekali Masuk
Entah ini bener atau kami ditipu, tapi kalo emang benar, emang boleh ya ngasih tarif lima ribu rupiah? Brarti lebih mahal daripada di sudirman atau thamrin donk, bahkan daripada bandara terminal 3....
Asal duitnya bener ke Pemda sih gak masalah, tapi ane ragu.....mudah-mudahan ini semata-mata suudzon yang tak terbukti...
Label:
Bekerja
Kamis, April 24, 2008
Sehari Gak Masuk Kerja Gara-gara Sakit Mata
Rabu lalu 23 April gue gak masuk kerja. Penyebabnya adalah sakit mata. Tiba-tiba aja pas pagi-pagi bangun tidur mata kiri gue kok susah dibuka. Eh begitu liat kaca, mata kiri gak taunya bengkak. Langsung aja sholat dulu, trus makan, trus balik lagi ke tempat tidur dan nelpon bos bilang kalo hari itu gak masuk, trus netes obat mata, dan tidur lagi deh.
Jam 10 baru efektif bangun lagi. Karena alasan gak masuk hari itu adalah sakit mata, makanya gue gak turun-turun dari lantai atas, nanti malah orang rumah pada ketularan sakit mata juga. Turun hanya saat makan siang, kelar makan siang naik lagi.
Di waktu antara bangun tidur dan jam makan, ya gue pake buat baca buku aja. Kebetulan kemarin itu melahap buku kartun riwayat peradaban bagian ketiga. Biarpun buku kartun, tapi bacanya lama juga loh, hampir seharian penuh.
Abis makan siang gue melakukan hal yang selama ini gak pernah gue lakukan selama 2 bulan terakhir, yaitu Nonton DVD. Gak ada filem baru sih, cuma kebetulan ada filem yang blom ditonton. Secara keseluruhan sih bagus, cuma karena textnya gak jelas, jadinya kurang menghayati deh. Gak papalah, itung-itung killing time. Kalo baca buku mulu sebentaran ngantuk sih....hehehe
Jadi deh seharian di rumah aja ngendok di lantai atas. Mana istri lagi ke pulau, sendirian deh.
Sekarang sih udah mendingan tuh mata, masih gak enak, tapi yang penting dah gak bengkak. Kalo masih begini trus, nanti ke dokter mata ah.
Jam 10 baru efektif bangun lagi. Karena alasan gak masuk hari itu adalah sakit mata, makanya gue gak turun-turun dari lantai atas, nanti malah orang rumah pada ketularan sakit mata juga. Turun hanya saat makan siang, kelar makan siang naik lagi.
Di waktu antara bangun tidur dan jam makan, ya gue pake buat baca buku aja. Kebetulan kemarin itu melahap buku kartun riwayat peradaban bagian ketiga. Biarpun buku kartun, tapi bacanya lama juga loh, hampir seharian penuh.
Abis makan siang gue melakukan hal yang selama ini gak pernah gue lakukan selama 2 bulan terakhir, yaitu Nonton DVD. Gak ada filem baru sih, cuma kebetulan ada filem yang blom ditonton. Secara keseluruhan sih bagus, cuma karena textnya gak jelas, jadinya kurang menghayati deh. Gak papalah, itung-itung killing time. Kalo baca buku mulu sebentaran ngantuk sih....hehehe
Jadi deh seharian di rumah aja ngendok di lantai atas. Mana istri lagi ke pulau, sendirian deh.
Sekarang sih udah mendingan tuh mata, masih gak enak, tapi yang penting dah gak bengkak. Kalo masih begini trus, nanti ke dokter mata ah.
Label:
Bekerja
Rabu, Desember 26, 2007
Shuttle Muncul, Sepeda Listrikku Nganggur
Udah 2 minggu ini ada fasilitas shuttle bus dari kantor. Karena saya rasa ini lebih cepat daripada naik sepeda listrik dan tenaga yang terpakai lebih sedikit dan lagipula sedang libur kuliah, maka sekarang lebih memilih naik shuttle bus.
Toh tetap pada semangat pengurangan polusi udara, karena aku ikut atau tidak, tuh bus akan tetap berjalan. Jadi lebih baik ikut, dan olahraganya diubah, dari naik sepeda ke kantor, menjadi jalan kaki dari rumah ke tempat jemputan bus dan sebaliknya. Jarak tempuh total = 2,5 km.
Enak juga sih naik bus ini, kita bisa tidur (kalo ngantuk) dan juga bisa ngobrol dan kenalan dengan teman kantor lain yang kebetulan satu arah dengan aku. Ya meningkatkan sosialisasi di area kantor, jangan hanya yang satu bagian, bagian lain harus juga dikenal. Sapa tau nanti berguna di kemudian hari.
Namun, nanti ketika sudah mulai kuliah dan musim hujan tidak lagi datang seperti sekarang, maka saya akan mulai pakai sepeda lagi. Minimal ketika hari kuliah. Soalnya enak ketika pulangnya, gak perlu ragu akan kemacetan, tinggal 40 menit dari kampus...pus..pus. Jadi dinikmati dulu fasilitas yang ada dari kantor, toh sampai saat ini masih gratisan kok. Malah pernah pulangnya cuma beberapa orang di bus, wah kaya private bus aja buat kita doank, hehehe
Eh iya, mumpung lagi naek bus, kebetulan punya voucher gratis 14 hari fitness di Celebrity Fitness, nanti sore mau coba ah, lumayan.....gak perlu bayar, dan lagi pula tempat fitnessnya dah dekat rumah. Kalo macet paling lama 1/2 jam dah nyampe, kalo keadaan jkt kaya sekarang, paling 10 menit asal udah dapat metromini pasti nyampe deh.
Mau istirahat dulu ah....
Toh tetap pada semangat pengurangan polusi udara, karena aku ikut atau tidak, tuh bus akan tetap berjalan. Jadi lebih baik ikut, dan olahraganya diubah, dari naik sepeda ke kantor, menjadi jalan kaki dari rumah ke tempat jemputan bus dan sebaliknya. Jarak tempuh total = 2,5 km.
Enak juga sih naik bus ini, kita bisa tidur (kalo ngantuk) dan juga bisa ngobrol dan kenalan dengan teman kantor lain yang kebetulan satu arah dengan aku. Ya meningkatkan sosialisasi di area kantor, jangan hanya yang satu bagian, bagian lain harus juga dikenal. Sapa tau nanti berguna di kemudian hari.
Namun, nanti ketika sudah mulai kuliah dan musim hujan tidak lagi datang seperti sekarang, maka saya akan mulai pakai sepeda lagi. Minimal ketika hari kuliah. Soalnya enak ketika pulangnya, gak perlu ragu akan kemacetan, tinggal 40 menit dari kampus...pus..pus. Jadi dinikmati dulu fasilitas yang ada dari kantor, toh sampai saat ini masih gratisan kok. Malah pernah pulangnya cuma beberapa orang di bus, wah kaya private bus aja buat kita doank, hehehe
Eh iya, mumpung lagi naek bus, kebetulan punya voucher gratis 14 hari fitness di Celebrity Fitness, nanti sore mau coba ah, lumayan.....gak perlu bayar, dan lagi pula tempat fitnessnya dah dekat rumah. Kalo macet paling lama 1/2 jam dah nyampe, kalo keadaan jkt kaya sekarang, paling 10 menit asal udah dapat metromini pasti nyampe deh.
Mau istirahat dulu ah....
Label:
Bekerja
Selasa, November 06, 2007
First Aid Training
Hari Kamis dan Jumat minggu lalu (1-2 Nov 2007), saya diutus oleh perusahaan utk mengikuti first aid training. First aid training ini adalah level 2, dengan level advance. Yang menarik dalam training ini, kita sepertinya jadi pede untuk menghadapi tindakan emergency seperti kalo ketemu orang yang colapse tak sadarkan diri. Dulu-dulu sih pernah juga training sejenis, tapi cuma untuk have fun, karena belum tau manfaatnya, cuma karena pernah ada kejadian yang gak enak di kantor hingga korbannya tidak dapat diselamatkan, maka training yang kali ini mungkin akan lebih membekas.
Ok, sekarang kita langsung aja ke rangkuman hasil trainingnya.
Untuk menangani orang yang colapse tak sadarkan diri, maka harus dilakukan prosedur berikut
1. Pemanggilan Dini --> Telp emergency, bisa dokter, ambulan ataupun tim medis lainnya, atau aktifkan saja emergency situation yang biasa ada di tempat kita
2. Bantuan Hidup Dasar --> inilah yang banyak dipelajari di first aid training kemarin itu, hal-hal itu adalah
D --> Danger, lihat bahaya yang mungkin terjadi di tempat kejadian. Secure dulu sebelum bertindak lebih lanjut. Harus clear dulu.
R --> Response, cek response korban, dengan cara memanggil-manggil nama atau dengan menepuk pundak korban dengan punggung tangan kita. Jika korban merespon, maka segera amankan korban dan menunggu tim medis datang dengan terus memonitor korban. Jika korban tidak merespon, maka dilakukan tindakan selanjutnya.
A --> Airway, cek jalan masuk udara. Cek apakah di dalam mulutnya ada sesuatu yang menghalangi, seperti makanan atau mungkin juga air bagi korban yang tenggelam. Segera remove semua obstacle yang ada. Untuk memudahkan pengecekan, korban dibuat mendongak, dengan mengangkat dagunya keatas, agar jalan masuk udara tidak tertekan.
B --> Breathing, cek apakah korban masih bernapas. Hal ini dapat dilakukan dengan mendekatkan pipi kita di sekitar mulut dan hidungnya, kenapa pipi? karena pipi adalah bagian yang paling sensitif. Jika merasa ada angin, atau agak hangat artinya korban masih bernapas. Ketika mengecek dengan pipi, juga dilihat pengembangan dadanya, apakah naik turun dan iramanya cukup meyakinkan. Jika iya, maka seperti biasa, korban diamankan dan tinggal menunggu tim medis, jika tidak ada napas dan gak ada pergerakan naik turun di dada, maka dilakukan tindakan berikutnya.
C --> Circulation, nah yang ini mulailah yang namanya CPR. dimulai dengan memberikan napas buatan di mulut korban (dgn cara mengulum bibir korban, pencet hidungnya, kemudian tiup sampe terlihat dadanya mengembang) sebanyak 2 x. kemudian lakukan pemompaan di tengah-tengah dada korban sebanyak 30 x dengan rate 100 pompaan per menit, atau 30 x itu dilakukan dalam waktu 18-20 detik. Kemudian, tiup kembali 2 x, dan lakukan lagi pemompaan 30 x, demikian seterusnya sampai ada respon atau anda benar-benar kelelahan. Jika sudah ada respon, maka segera amankan korban sambil menunggu kedatangan tim medis ke lokasi.
3. Bantuan Hidup Lanjut --> nah untuk yang ini adalah tanggung jawab tim medis. Karena kita bukan tim medis ketika tahap ini kita tidak ikutan lagi, paling cuma melapor ke tim medis atas apa yang telah kita lakukan.
demikian sekilas mengenai hasil first aid training saya tanggal 1-2 Nov kemarin. ya semoga berguna deh....
Ok, sekarang kita langsung aja ke rangkuman hasil trainingnya.
Untuk menangani orang yang colapse tak sadarkan diri, maka harus dilakukan prosedur berikut
1. Pemanggilan Dini --> Telp emergency, bisa dokter, ambulan ataupun tim medis lainnya, atau aktifkan saja emergency situation yang biasa ada di tempat kita
2. Bantuan Hidup Dasar --> inilah yang banyak dipelajari di first aid training kemarin itu, hal-hal itu adalah
D --> Danger, lihat bahaya yang mungkin terjadi di tempat kejadian. Secure dulu sebelum bertindak lebih lanjut. Harus clear dulu.
R --> Response, cek response korban, dengan cara memanggil-manggil nama atau dengan menepuk pundak korban dengan punggung tangan kita. Jika korban merespon, maka segera amankan korban dan menunggu tim medis datang dengan terus memonitor korban. Jika korban tidak merespon, maka dilakukan tindakan selanjutnya.
A --> Airway, cek jalan masuk udara. Cek apakah di dalam mulutnya ada sesuatu yang menghalangi, seperti makanan atau mungkin juga air bagi korban yang tenggelam. Segera remove semua obstacle yang ada. Untuk memudahkan pengecekan, korban dibuat mendongak, dengan mengangkat dagunya keatas, agar jalan masuk udara tidak tertekan.
B --> Breathing, cek apakah korban masih bernapas. Hal ini dapat dilakukan dengan mendekatkan pipi kita di sekitar mulut dan hidungnya, kenapa pipi? karena pipi adalah bagian yang paling sensitif. Jika merasa ada angin, atau agak hangat artinya korban masih bernapas. Ketika mengecek dengan pipi, juga dilihat pengembangan dadanya, apakah naik turun dan iramanya cukup meyakinkan. Jika iya, maka seperti biasa, korban diamankan dan tinggal menunggu tim medis, jika tidak ada napas dan gak ada pergerakan naik turun di dada, maka dilakukan tindakan berikutnya.
C --> Circulation, nah yang ini mulailah yang namanya CPR. dimulai dengan memberikan napas buatan di mulut korban (dgn cara mengulum bibir korban, pencet hidungnya, kemudian tiup sampe terlihat dadanya mengembang) sebanyak 2 x. kemudian lakukan pemompaan di tengah-tengah dada korban sebanyak 30 x dengan rate 100 pompaan per menit, atau 30 x itu dilakukan dalam waktu 18-20 detik. Kemudian, tiup kembali 2 x, dan lakukan lagi pemompaan 30 x, demikian seterusnya sampai ada respon atau anda benar-benar kelelahan. Jika sudah ada respon, maka segera amankan korban sambil menunggu kedatangan tim medis ke lokasi.
3. Bantuan Hidup Lanjut --> nah untuk yang ini adalah tanggung jawab tim medis. Karena kita bukan tim medis ketika tahap ini kita tidak ikutan lagi, paling cuma melapor ke tim medis atas apa yang telah kita lakukan.
demikian sekilas mengenai hasil first aid training saya tanggal 1-2 Nov kemarin. ya semoga berguna deh....
Label:
Bekerja
Kamis, Oktober 25, 2007
Kembali Bersepeda

Huah, hari ini kembali sepedaan, setelah 2 minggu gak sepedaan gara-gara lebaran.
Hari ini memang harus sepedaan, abis, jalanan macet abis sih.
Dari jalan pos pengumben, begitu keluar komplek vila kelapa dua aja dah mulai ngantri, jadi terpaksalah lewat jalan kecil untuk mengurangi keramaian.
Keluar-keluar dah di perempatan dekat rumah sakit medika permata hijau....dari situ dah gak terlalu macet sih, paling gak masih bisa jalan deh.
Lanjut trus ke arah pondok indah....baru mandek lagi di pembangunan flyover dan juga abis mal pondok indah.
Untungnya dah biasa lewat kiri setelah pom bensin pondok indah. Trus lewat tarogong dan lanjut ke fatmawati lewat jalan kecil. Lanjut ke cilandak 1, trus kluar-kluar dah lewat citos...
Dah gampang deh dari situ, gak macet lagi, paling cuma butuh 5 menit utk sampe ke kantor.
Begitu sampe kantor langsung mandi deh.....dan abis itu dah mulai beraktivitas.
O ya, sepedaku itu sepeda listrik merk ice dari betrix, kira2 gambarnya seperti yang ada di atas. Nanti kapan-kapan akan aku review deh gimana performance dari sepeda listrik tersebut.
Label:
Bekerja
Senin, September 10, 2007
Salah Satu Artikel yang aku buat secara iseng
Pilih : Berkeringat atau Tetap Kering ?
Penggunaan kendaraan bermotor pribadi sudah waktunya untuk dibatasi. Terutama untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya teratur dan terjadwal seperti pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Berjalan kaki dan bersepeda adalah solusi yang baik untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Namun, berjalan kaki akan sangat sulit dilakukan apabila jarak antara rumah dengan kantor lebih dari 1 kilometer, sehingga bersepeda adalah pilihan yang sangat tepat. Bersepeda tetap dapat dilakukan bahkan bila jarak antara rumah dan kantor sampai 30 kilometer. Di kantor baru, Gedung Ratu Prabu 2, jaraknya dari rumah saya lebih dekat daripada jarak rumah saya ke Menara Mulia ataupun ke Wisma 46. Dengan jarak yang semakin dekat, maka pilihan memakai sepeda pun dapat dilakukan. Tetapi sepeda seperti apakah yang digunakan? Mari kita bahas…
Penggunaan kendaraan bermotor pribadi sudah waktunya untuk dibatasi. Terutama untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya teratur dan terjadwal seperti pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Berjalan kaki dan bersepeda adalah solusi yang baik untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Namun, berjalan kaki akan sangat sulit dilakukan apabila jarak antara rumah dengan kantor lebih dari 1 kilometer, sehingga bersepeda adalah pilihan yang sangat tepat. Bersepeda tetap dapat dilakukan bahkan bila jarak antara rumah dan kantor sampai 30 kilometer. Di kantor baru, Gedung Ratu Prabu 2, jaraknya dari rumah saya lebih dekat daripada jarak rumah saya ke Menara Mulia ataupun ke Wisma 46. Dengan jarak yang semakin dekat, maka pilihan memakai sepeda pun dapat dilakukan. Tetapi sepeda seperti apakah yang digunakan? Mari kita bahas…
Label:
Bekerja
Langganan:
Postingan (Atom)
