Sabtu, Juni 26, 2010

Perkiraan Juara Piala Dunia 2010 : Spanyol

Setelah perkiraan saya sebelumnya mengenai tim yang bertanding di final sedikit keliru karena Italia secara mengejutkan tersingkir di babak awal, maka saya akan merevisi perkiraan saya mengenai juara piala dunia 2010.

Untuk memulai analisa tim yang akan jadi juara, mari kita lihat bagan sistem gugur piala dunia 2010 sekarang ini yang saya ambil dari website resmi FIFA.


Dari situ mari kita perkirakan 4 tim yang akan masuk semifinal.

Untuk slot W57 di atas akan diperebutkan oleh dua tim unggulan, Belanda dan Brasil serta dua tim kuda hitam Slovakia dan Chili.

Slot W57 saya rasa akan menjadi perebutan bagi tim Belanda dan Brasil yang menurut saya tidak akan mengalami kesulitan ketika menghadapi lawan-lawannya di babak 16 besar. Pertandingan Belanda dan Brasil diharapkan akan memberikan tontonan yang menarik karena kedua tim sama-sama menganut sepakbola menyerang. Seperti perkiraan awal saya, maka Belanda akan mengalahkan Brasil dan memperoleh slot W57.

Untuk slot W58 akan diperebutkan oleh tim-tim kuda hitam, USA, Korea Selatan, Ghana dan Uruguay. Salah satu dari mereka akan masuk ke semifinal.
Karena perimbangan keempatnya relatif sama, maka saya tidak mengunggulkan salah satu akan masuk ke slot W58. Toh pada akhirnya tim tersebut akan bertanding menghadapi Belanda ataupun Brasil.

Dengan demikian slot untuk partai final (W61) menurut saya akan diambil oleh tim Belanda (sesuai dengan perkiraan saya sebelumnya).

Untuk slot W59 akan diperebutkan oleh tiga tim unggulan, Argentina, Jerman dan Inggris, dan satu tim kuda hitam Mexico. Argentina akan menjajal Mexico di babak 16 besar, dan saya menjagokan Argentina untuk memenangi pertandingan tersebut. Jerman akan langsung bertemu Inggris dan saya rasa inilah partai yang paling menarik di babak 16 besar. Beberapa pertemuan terakhir Jerman dengan Inggris, Inggris lebih banyak memperoleh kemenangan. Jadi saya menjagokan Inggris bertemu Argentina untuk memperebutkan slot W59. Yang mana yang saya jagokan? Tentunya Argentina, selama Messi masih main ketika babak tersebut.

Untuk slot W60 akan diperebutkan oleh dua tim unggulan, Spanyol dan Portugal serta dua tim kuda hitam, Paraguay dan Jepang. Spanyol dan Portugal mudah-mudahan akan menyajikan pertandingan bermutu karena keduanya sama-sama menganut gaya Amerika Latin-nya Eropa. Saya menjagokan Spanyol memenangi pertandingan ini seperti perkiraan sebelumnya. Lalu antara Paraguay dan Jepang saya sangat berharap Jepang akan berbuat banyak seperti saat mereka mempercundangi Denmark beberapa hari yang lalu. Jadi untuk slot W60 akan diperebutkan Spanyol dan Jepang, dengan Spanyol yang akan memenangkan laga tersebut.

Yang menarik adalah perebutan slot final yaitu W62, dimana Argentina akan melawan Spanyol. Perkiraan saya Argentina masih mengandalkan Messi sebagai motor serangan, sedangkan Spanyol mengandalkan kuartet lini tengahnya yang sangat kuat yaitu Xavi, Iniesta, Xabi Alonso dan Sergio. Satu melawan empat!! Apalagi Messi saat ini bermain di liga Spanyol dan lawan yang akan dihadapinya kebanyakan teman mainnya di Barcelona yang tentunya sudah mengetahui kelemahan Messi dan bisa mematikannya. Spanyol yang akan keluar sebagai pemenang dan mendapatkan slot W62.

Partai final akan menyajikan sepakbola menyerang ala total footbal Belanda dengan sepakbola indah yang mengalir bagai air ala Spanyol. Seperti pertandingan melawan Argentina, pertandingan melawan Belanda akan sama saja antara satu orang pemain Belanda (Arjen Robben) dengan empat orang pemain Spanyol. Menarik sekali, tapi saya menjagokan Spanyol memenangi pertarungan ini dan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.

Itulah perkiraan dan analisa saya mengenai juara piala dunia saat ini. Mari kita buktikan kebenarannya!!!

Selasa, Juni 08, 2010

Perkiraan Final Piala Dunia 2010 : Belanda vs Italia

Piala dunia 2010 di Afrika Selatan tinggal tiga hari lagi. Tentunya sudah banyak perkiraan mengenai tim-tim mana saja yang akan berjaya di piala dunia kali ini. Kali ini saya akan menganalisa perjalanan setiap tim ketika menghadapi piala dunia yang tinggal beberapa hari lagi.

Analisa tersebut didasarkan oleh pertemuan dari masing-masing tim (head-to-head, bisa dilihat dari website Fifa di http://www.fifa.com/worldfootball/statisticsandrecords/headtohead/index.html), dan jika nilai head-to-head dinilai sama atau tidak ada data, maka tim yang negara berada pada daerah waktu atau benua yang sama dari waktu Afrika Selatan memperoleh keunggulan. Tim tuan rumah memiliki keunggulan satu kemenangan lagi dengan tim yang akan dihadapinya. Jadi misalnya tim Afrika Selatan bertanding dengan tim Meksiko, maka jika dilihat dari head-to-head, maka Meksiko unggul 2-1. Namun karena Afrika Selatan sebagai tuan rumah dan dia tinggal di waktu yang pasti sama dengan waktu pelaksanaan piala dunia, maka Afrika Selatan mendapatkan 2 poin tambahan, sehingga di analisa saya Afrika Selatan akan mengungguli Meksiko.

Demikian pula dengan tim-tim lainnya yang bertanding. Namun tentu ada pengecualian dimana Korea Utara biar bagaimanapun tidak akan pernah menang melawan Brasil. Walaupun kedua tim sama-sama belum pernah ketemu dan sama-sama tidak berada di waktu daerah yang sama dengan Afrika Selatan, tentunya sudah 99% dipastikan Brasil akan menang lawan Korea Utara.

Mari kita mulai analisa piala dunia!!

Untuk mempersingkat tulisan, maka saya meniadakan unsur kejutan dalam piala dunia kali ini. Sehingga tim-tim yang akan menuju babak kedua adalah sebagai berikut:

Grup A :
I. Afrika Selatan
II. Perancis

Grup B :
I. Argentina
II. Nigeria

Grup C :
I. Inggris
II. Amerika Serikat

Grup D :
I. Jerman
II. Ghana

Grup E :
I. Belanda
II. Kamerun

Grup F :
I. Italia
II. Paraguay

Grup G :
I. Brasil
II. Portugal

Grup H :
I. Spanyol
II. Chili

Sesuai jadwal piala dunia resmi dari Fifa.com, maka yang akan bertanding untuk babak kedua adalah sebagai berikut :

I. Afrika Selatan vs Nigeria --> Nigeria

II. Inggris vs Ghana --> Inggris

III. Belanda vs Paraguay --> Belanda

IV. Brasil vs Chili --> Brasil

V. Argentina vs Perancis --> Argentina

VI. Jerman vs Amerika --> Jerman

VII. Italia vs Kamerun --> Italia

VIII. Spanyol vs Portugal --> Spanyol

Kemudian pertandingan di babak delapan besar adalah sebagai berikut :

I. Nigeria vs Inggris --> Nigeria

II. Belanda vs Brasil --> Belanda

III. Argentina vs Jerman --> Argentina

IV. Italia vs Spanyol --> Italia

Babak semifinal akan memainkan partai sebagai berikut :

I. Nigeria vs Belanda --> Belanda

II. Argentina vs Italia --> Italia

Untuk babak final yang mempertemukan Belanda dan Italia akan sangat sulit ditebak siapa pemenangnya. Jika dilihat dari Head-to-Head kedua tim di semua kompetisi maka Italia menang 7-3, tapi Belanda pernah mengalahkan Italia di Piala Dunia yang merupakan pertemuan satu-satunya kedua tim tersebut di ajang bergensi tersebut.

Apakah mungkin Italia mempertahankan gelar juara dunianya? Ataukah kali ini giliran Belanda yang berjaya?

Mari kita saksikan bersama-sama pergelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mulai 11 Juni 2010.

Senin, Mei 31, 2010

Premium Dilarang Masuk Jakarta (bagian 4)

Pada bagian ketiga dibahas mengenai reaksi dari berbagai kelompok masyarakat dan beberapa cara menanggulanginya. Pada bagian keempat ini akan dibahas mengenai dampak penghentian suplai premium bagi SPBU Pertamina.

Seperti diketahui, satu-satunya SPBU yang menjual BBM bersubsidi seperti premium adalah SPBU milik Pertamina. SPBU Pertamina sebagian besar dimiliki oleh swasta yang menginvestasikan uangnya untuk membangun SPBU, dan sebagian lagi merupakan investasi murni dari Pertamina. Keuntungan pengelola SPBU adalah margin harga beli dan jual BBM. Sehingga BBM jenis apapun yang dijual, jika dibeli dalam jumlah yang besar, maka keuntungan sudah berada di depan mata.

Dengan dihentikannya suplai premium, maka SPBU Pertamina yang ada di Jakarta akan sama dengan SPBU Shell, Petronas dan Total. Dan yang pasti jumlah kunjungan pembeli ke SPBU semakin sedikit karena memang lebih banyak pembeli yang membeli BBM bersubsidi semacam premium.

Pertamina pun harus lebih pandai mengelola SPBU yang menggunakan label dirinya. Selama ini dengan moto 'Pasti Pas' membuat pembeli seperti saya tetap ke SPBU pertamina untuk membeli BBM, baik subsidi ataupun tidak. Karena SPBU yang dilabeli 'Pasti Pas' dijamin takaran dan kualitasnya pas.

Dengan berakhirnya suplai premium, maka minimal SPBU Pertamina harus memiliki layanan yang sama dengan SPBU lainnya. Beberapa hal yang saya rasa kurang di SPBU Pertamina adalah

1. Sedikit sekali yang menyediakan layanan isi angin ban secara gratis
2. Masih adanya surcharge bagi pengguna kartu kredit walaupun tarifnya berbeda-beda antar SPBU
3. Tidak adanya layanan tambahan bagi pengemudi seperti ngelap kaca
4. Tidak mengarahkan pembeli masuk ke konter mini market (seperti yang dilakukan shell dengan menyediakan layanan pembayaran kartu kredit di konter mini market)
5. Petugas SPBU yang kurang aktif melayani pembeli, berbeda dengan kompetitornya yang seperti sales melihat prospek datang ke tempatnya

Namun hal itu semua masih bisa diubah. Apalagi Pertamina sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Jika layanannya sama, kenapa harus ke lain tempat? Benar kan?

Jika memang kebijakan yang diusulkan diterapkan oleh pemerintah, maka Pertamina mempunyai waktu 6 bulan untuk berbenah. Tentunya waktu tersebut cukup lama bagi suatu perusahaan kelas dunia seperti Pertamina. Saya rasa dalam waktu 6 bulan Pertamina dapat memperbaiki kinerja SPBU-nya, minimal menyamakan layanan kompetitor, malah kalau bisa melebihi kinerja kompetitornya.

Kesempatan nih buat Pertamina benar-benar Head-to-Head dengan Shell, Petronas dan Total tanpa ada embel-embel jualan BBM Bersubsidi, kecuali solar yang masih disediakan.

Pemerintah....Berani Gak?

Pertamina.....Tunjukkan Nyalimu!!!

Minggu, Mei 30, 2010

Premium Dilarang Masuk Jakarta (bagian 3)

Pada bagian kedua dibahas mengenai persiapan penghentian suplai premium ke kota Jakarta. Dan persiapan ini membutuhkan biaya yang cukup besar, sesuai dengan biaya penghematan yang akan dihasilkan.

Pada bagian ketiga ini akan dibahas mengenai reaksi dan dampak dari penghentian suplai premium ke Jakarta. Reaksi ini kemungkinan negatif atau memanfaatkan celah dan bagaimana cara menanggulanginya.

Reaksi pertama dari pengguna kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Reaksi dari kelompok ini tentunya paling bisa diprediksi. Dampak dari dihentikannya suplai premium ke Jakarta akan meningkatkan pemakaian premium di kota penyangga. Hal ini akan menyebabkan suplai premium ke beberapa kota penyangga harus ditambah paling tidak dalam bulan pertama setelah aturan diberlakukan. Lalu sedikit demi sedikit suplai dikurangi, hingga mencapai suplai seperti sebelum pemberlakuan aturan ini. Hal ini adalah hal yang lumrah, bahkan di perbatasan Singapura dan Malaysia pun banyak yang melakukan hal serupa. Namun mereka direpotkan oleh imigrasi antar negara, sehingga tidak ekonomis jika harus bolak-balik demi memperoleh BBM.

Hal yang sama juga akan berlaku disini. Jarak kota penyangga ke pusat bisnis Jakarta cukup jauh, dan yang paling terpenting adalah macet. Sehingga orang akan merasa kerepotan jika harus bolak-balik, bahkan jika mereka memiliki supir untuk melakukan hal tersebut. Sehingga untuk pengguna kendaraan pribadi tidak diperlukan pengawasan sama sekali karena memang dengan pelarangan suplai cukup membuat mereka kerepotan untuk menyiasatinya.

Kelompok kedua yang akan bereaksi adalah angkutan umum yang menggunakan premium yaitu angkutan kota yang berupa mobil minivan. Kelompok ini yang akan protes akan kebijakan tersebut. Namun saya rasa hanya sebagian yang benar-benar protes. Ini dikarenakan mobil angkutan umum yang berupa minivan biasanya lintas kota. Ada yang dari Tangerang ke Jakarta lewat Kali Deres, ada yang dari Depok ke Jakarta lewat Kampung Rambutan, ada yang dari Bekasi ke Jakarta lewat Pulo Gadung. Dan keseluruhan angkutan tersebut melewati daerah penyangga Jakarta. Sehingga bila mereka protes, maka tidak ada dasar sama sekali akan protesnya tersebut.

Yang menjadi masalah hanyalah angkutan mikrolet yang tidak melewati kota penyangga. Dan ini yang terkena dampak paling besar. Terus terang saya belum memiliki solusi untuk mikrolet yang tidak melewati kota penyangga tersebut. Tapi jika ditotal, maka jumlah mikrolet tersebut sedikit sekali dibandingkan total angkutan umum di Jakarta.

Kelompok berikutnya adalah armada taksi atau travel atau instansi pemerintah yang menggunakan premium. Seperti yang telah dibahas di bagian 2, maka taksi atau travel ini mempunyai hak untuk memiliki Stasiun Pengisian sendiri. Penyimpangan yang mungkin terjadi adalah beberapa taksi atau travel menjual premiumnya kepada umum dengan harga yang dimahalkan tapi tentunya lebih murah daripada BBM non subsidi. Iya hal ini bisa dilakukan, tapi dengan sistem tertutup tentunya hal itu akan sulit dilakukan terus menerus. Contohnya, rata-rata jarak tempuh taksi per hari di Jakarta adalah 400 km. Dengan rata-rata taksi menggunakan mobil yang penggunaan BBM-nya 1 : 10, maka rata-rata terpakai 40 liter BBM. Jika jumlah armada di pool taksi ada 100 unit, maka suplai BBM ke pool tersebut dibatasi hanya 4000 liter per hari. Sehingga jika memang ada oknum yang 'bandel', maka kebandelannya tidak akan berlangsung lama karena keuntungannya tidak seberapa, dan jika tertangkap tangan harus dikenakan hukuman yang berat, bagi oknum maupun instansinya.

Kelompok berikutnya adalah masyarakat umum. Penghentian premium di Jakarta akan disikapi dengan kenaikan barang kebutuhan. Mereka akan mengira bahwa karena BBM-nya non subsidi, maka angkutan barang menjadi lebih mahal. Namun itu adalah perkiraan yang salah. Angkutan kebutuhan pokok biasanya adalah angkutan antar kota, sehingga penghentian premium di kota Jakarta tidak mempengaruhi biaya angkutan sama sekali. Memang pasti ada kenaikan harga di beberapa bidang, tapi tentunya kenaikan itu adalah wajar karena masih harus membiasakan. Kenaikan yang paling mungkin adalah angkutan umum Mikrolet yang tidak memiliki jalur ke kota penyangga. Namun kenaikan itu juga tidak terlalu besar, apalagi jika busway sudah beroperasi secara ideal.

Mudah-mudahan dengan penghentian suplai premium ke Jakarta akan mengurangi kemacetan di Ibukota dan membuat perjalanan keliling Jakarta di hari kerja menjadi lebih nyaman, aman dan manusiawi.

Amin.........

Premium Dilarang Masuk Jakarta (bagian 2)

Di bagian pertama mengenai pelarangan premium telah diungkapkan bahwa premium hanya dihentikan suplainya untuk daerah kota Jakarta. Daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang masih diperbolehkan menyediakan premium.

Di bagian kedua ini akan dibahas mengenai persiapan hingga peluncuran kebijakan tersebut. Untuk mempersiapkan kebijakan ini, pemerintah harus menghitung perkiraan pengurangan subsidi yang bisa diperoleh jika kebijakan ini diterapkan dan pengurangan subsidi itu digunakan semaksimal mungkin untuk memperbaiki kinerja angkutan umum di kota Jakarta.

Hitungan kasar adalah sebagai berikut. Jika tiap hari ada 100 ribu mobil dan satu juta pengendara sepeda motor berkeliaran di Jakarta, dengan rata-rata pemakaian BBM subsidi adalah 5 liter untuk mobil dan 2 liter untuk motor, sehingga dalam 1 hari saja premium yang terpakai mencapai 2,5 juta liter premium. Dengan kebijakan ini diharapkan premium yang dipakai hanya 2,5 liter untuk mobil dan 1 liter untuk motor, sehingga ada penghematan sebesar 1,25 juta liter per hari. Jika sekarang harga BBM non subsidi berkisar di Rp 6800 per liter, maka secara kasar perhitungan premium jika tidak disubsidi adalah Rp 6500. Ada penghematan Rp 2000 per liternya, atau Rp 2,5 milyar per harinya. Dalam setahun dengan jumlah hari 360, maka akan ada penghematan sebesar Rp 900 milyar per tahun (sedikit mendekati Rp 1 triliyun).

Dengan potensi penghematan yang lumayan besar tersebut, maka pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki angkutan masal di Jakarta. Yang paling cepat dan masuk akal untuk diperbaiki adalah angkutan masal Busway yang saat ini masih terbengkalai 2 koridor karena pengadaan bus yang masih mandek hingga saat ini. Di samping itu dari 8 koridor yang ada sampai saat ini, hanya koridor 1 yang dianggap operasionalnya memadai. Koridor yang lain terhambat karena banyak bersinggungan dengan jalur biasa.

Untuk mempersiapkan perbaikan busway, maka pemerintah harus mengambil langkah untuk mempercepat pengadaan bus, meningkatkan pelayanan dan menjamin sterilisasi jalur busway untuk memberikan alternatif bagi pengguna jalan agar tidak selalu mengandalkan kendaraan pribadinya untuk berkeliling di kota Jakarta. Potensi penghematan subsidi tersebut harus dibayar di depan yang alokasinya antara lain :

1. Pengadaan Bus TransJakarta agar setiap koridor memiliki jumlah bus yang optimal
2. Perbaikan sarana halte dan pendukung lainnya
3. Penambahan petugas di jalanan untuk sterilisasi jalur
4. Pengadaan Bus Feeder dari kota penyangga untuk mempermudah akses menuju jalur Busway

Keempat hal di atas wajib dilakukan oleh pemerintah maksimal 6 bulan sebelum pelaksanaan kebijakan penghentian suplai premium di kota Jakarta. Hal ini untuk membiasakan pengguna jalan lain akan alternatif moda transportasi yang digunakan dan tidak melulu mengandalkan kendaraan pribadinya.

Dengan busway semakin baik operasionalnya, maka akan lebih banyak orang yang secara sadar berpindah menggunakan busway sebagai andalan transportasi mereka.

Lalu bagaimana dengan angkutan umum lain? Tentunya diperbaiki secara bertahap. Yang tadinya angkutan umum diusahakan oleh murni swasta dan hanya mencari keuntungan, maka waktu 6 bulan tersebut digunakan untuk menggodok sistem layanan angkutan umum yang lebih baik dan juga menguntungkan.

Armada taksi juga direstrukturisasi. Jika sebelumnya armada taksi masih menggunakan BBM premium (walaupun taksi premium yang menggunakan Alphard, Mercedes dan Hyundai), maka sekarang ini taksi tidak mudah untuk mendapatkan premiumnya. Namun hal itu masih bisa disiasati dengan masing-masing pool taksi memiliki Stasiun Pengisian sendiri untuk pengisian premium bagi taksi mereka. Sehingga suplai premium menjadi tertutup untuk di Jakarta.

Pengusaha travel pun bisa mengajukan hal yang sama dalam kurun waktu 6 bulan tersebut. Premium pada prinsipnya tidak dilarang digunakan, namun suplainya tidak lagi ke SPBU, tapi ke Stasiun Pengisian sendiri.

Hal yang sama diberlakukan juga untuk kendaraan dinas pemerintah seperti TNI/Polri. Mereka disediakan Stasiun Pengisian sendiri untuk keperluan operasionalnya. Tentunya dengan suplai sistem tertutup tersebut, akan lebih mudah dikontrol pemakaian BBM subsidi terutama premium.